Sinergi Pemkot Cirebon Untuk Keraton

Salah satu sudut pasar yang menghalangi akses masuk Keraton Kanoman Cirebon

(95,9 FM-Cirebon)  Tulisan “SELAMAT DATANG DI KOTA CIREBON” yang terdapat di setiap perbatasan antara Kabupaten/Kota Cirebon, seakan menyambut dengan ramah setiap orang yang datang ke Kota Cirebon. Tidak membutuhkan waktu panjang untuk menelusuri sudut-sudut kota ini, karena Kota Cirebon luasnya kurang lebih 37 km2. Selain terkenal dengan Kota Udang, Kota ini juga terkenal dengan cuacanya yang cukup panas, karena sebagian besar wilayahnya terletak di pesisir Pantai Utara Jawa. Untuk yang pertama kali datang ke Kota Cirebon mungkin sulit untuk menemukan tempat wisata selain 4 Keraton (Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan, Kaprabonan) yang sudah terkenal hingga mancanegara. Kota yang menjadi perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat ini, memang masih sedikit tertinggal dalam hal ketersediaan tempat pariwisata yang memadai, dibandingkan dengan tetangganya Kabupaten Kuningan. Destinasi wisata menjadi sebuah magnet yang dapat mendatangkan banyak keuntungan bagi kota itu sendiri dan masyarakatnya. Tempat wisata yang bersih, nyaman, aman, serta sarana dan prasarana yang menunjang menjadi sebuah syarat mutlak, agar tempat wisata tersebut menjadi persinggahan yang layak untuk dikunjungi.

Kepala Bidang Kepariwisataan pada Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) Kota Cirebon, Chairul Salam Spd, Mu mengatakan, untuk mewujudkan tempat pariwisata yang asri dan nyaman tidak hanya tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan tanggung jawab sejumlah instansi terkait dan masyarakat. Seperti fasilitas sarana jalan menuju lokasi merupakan tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum (PU), kebersihan tempat pariwisata ditangani oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan, dan penataan pedagang kaki lima ditangani oleh Satpol PP. Ia melanjutkan, sejumlah aset pariwisata Keraton bisa dikatakan terpelihara dengan baik, tetapi akses masuk menuju keraton sungguh memprihatinkan, karena banyak pedagang yang membuka lapak sembarangan di sekitar Keraton sehingga menimbulkan kesan semrawut,  hal ini sudah berlangsung lama sehingga jumlah pedagang kian bertambah. Belum lagi akses masuk ke Keraton Kanoman yang terhalang pasar, secara otomatis akan mengurangi nilai estetika Keraton itu sendiri. Ia mengaku, merindukan dunia pariwisata di Kota Cirebon yang dipahami oleh stackholder, baik di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon itu sendiri atau di kalangan masyarakat, dalam mewujudkan tempat wisata yang tertata rapih dan asri, sehingga memberikan rasa nyaman pada pengunjung. Namun demikian pihaknya selama ini selalu bekerjasama dengan pihak Keraton untuk terus melakukan perbaikan, baik dari segi promosi maupun pendanaan, untuk meningkatkan kualitas mutu dan pelayanan pariwisata Keraton. Ia menambahkan, namun yang tidak boleh dilupakan adalah salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah terbesar di Kota Cirebon dari sektor Pariwisata.(Fr)

Streaming Siaran Suara Gratia FM di BlackBerry

Dulu banyak yang mengeluh tidak bisa mendengarkan siaran streaming Suara Gratia di blackberry OS 6 atau OS 7, padahal di OS 4 dan 5 bisa.

Nah, ternyata solusinya sangat mudah, bagi yang tidak mau repot install aplikasi lain bisa gunakan cara sbb :

Gunakan browser di BB Anda dan masukkan (open) URL berikut :

http://bit.ly/SGFM9959   atau   

http://bit.ly/SGFM9590

Setelah membuka URL tersebut di blackberry, maka akan muncul Pop Up (khusus OS 4 dan 5). Pilihlah “OPEN” dan tunggu sebentar untuk buffering.

URL ini bisa digunakan untuk Blackberry OS 4, 5, 6 dan 7 segala Tipe.

Streaming akan berjalan baik pada jaringan 3G dan menggunakan paket BB Full   Service atau menggunakan Wifi

Selamat mencoba, dan selamat mendengarkan. Tuhan memberkati

Wanita di Mata TUHAN

Seorang teman saya pernah bercerita bahwa sahabatnya kecewa ketika memeriksakan istrinya yang hamil dan mengetahui bahwa anak yang dikandung ternyata berjenis kelamin wanita. Menurutnya anak perempuan itu tidak berharga. “Tidak bisa membawa nama keturunan dan lebih repot mengurusnya..” demikian katanya.

Dalam adat istiadat di beberapa suku bangsa mungkin memang seperti itu, demikian pula dalam beberapa kepercayaan. Status wanita seringkali dianggap lebih rendah dari pria. Hak-hak mereka terbatas, mereka berada dibawah kontrol suami sepenuhnya dan tidak lebih dari dayang-dayang atau bahkan robot yang bisa dikendalikan seenak hati.

Dalam kekristenan, wanita bukanlah dipandang sebagai “warga” atau “manusia” kelas dua yang posisinya rendah dan boleh direndahkan. Apakah mungkin Tuhan menciptakan wanita untuk berada di bawah kaki pria, atau hanya berfungsi sebagai pelengkap penderita saja dan tidak layak untuk mendapat kehormatan?

Dan Alkitab pun banyak mencatat bahwa wanita memiliki peran-peran yang luar biasa penting bagi kelangsungan hidup manusia. Bukan saja sebagai sosok yang melahirkan, tetapi punya peranan yang luar biasa vital pula dalam perkembangan manusia termasuk di dalamnya dari segi spiritual.

Bersyukurlah jika anda dilahirkan sebagai wanita, sebab anda istimewa di mataNya. Bagi yang punya anak wanita, mereka adalah anugerah yang indah dari Tuhan yang lebih dari layak untuk anda syukuri. Para wanita, embanlah tugas dan fungsi seperti yang telah dipesankan Tuhan dengan sebaik-baiknya, dan jadilah kesaksian yang indah yang akan memuliakan Tuhan di mata dunia.

Wanita diciptakan istimewa sebagai penolong yang sepadan, tidak lebih rendah, dan setumpuk tugas penting yang diemban menunjukkan pentingnya figur wanita dalam kehidupan.

SELAMAT HARI KARTINI


Sumber : renungan harian.net

%d blogger menyukai ini: