PT KAI Daop 3 Cirebon Batalkan 15 Perjalanan KA Argo Cheribon Tahap Kedua

kereta
Ilustrasi. Stasiun Kejaksan, Cirebon. (Foto: Dian)

(Suara Gratia) CIREBON – PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali mengambil kebijakan melakukan pembatalan perjalanan KA dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19 atau virus Corona. Hal ini pun sesuai dengan arahan Pemerintah, dimana masyarakat diminta mengurangi mobilitasnya di luar rumah.

Khusus di Daop 3 Cirebon, ada 15 perjalanan KA Argo Cheribon yang dibatalkan pada tahap kedua ini dengan kurun waktu 1 April sampai dengan 1 Mei 2020. Dengan penyesuaian perjalanan KA Argo Cheribon tersebut, masyarakat tetap bisa memanfaatkan perjalanan KA Argo Cheribon lainnya yang masih tersedia.

“Masih ada 4 perjalanan KA Argo Cheribon yang beroperasi dari normalnya sebanyak 19 perjalanan tiap hari,” ujar Manager Humasda PT KAI Daop 3 Cirebon, Luqman Arif dalam keterangan tertulisnya yang dirilis pada hari Senin (30/3) di Cirebon.

Meski terdapat beberapa pengurangan jadwal, Daop 3 Cirebon memastikan bahwa jarak antar penumpang di kereta tetap akan diterapkan melalui pengaturan oleh kondektur yang berdinas. Saat ini volume penumpang juga tidak sepadat di waktu normal bahkan jauh menurun. Untuk stasiun keberangkatan di area Daop 3 Cirebon rata-rata terdapat penurunan penumpang hingga 47 persen.

Secara rata-rata harian (kurun waktu 16 hari terakhir), Daop 3 Cirebon mengalami penurunan penumpang sebanyak 47 persen dibanding hari normal dari yang sebelumnya 5.838 penumpang/hari menjadi hanya 3.089 penumpang/hari.

“Penurunan tertinggi terjadi di Stasiun Cirebon dengan prosentase penurunan sebesar 57 persen, disusul Stasiun Ciledug 51 persen, Jatibarang 44 persen, dan Stasiun Cirebon Prujakan turun sebesar 40 persen,” jelas Luqman.

Bagi calon penumpang yang terdampak pembatalan KA pada kurun waktu tersebut dapat mengajukan pengembalian bea tiket secara penuh 100 persen di luar bea pesan. Kali ini PT KAI tidak mengalihkan penumpang yang jadwalnya batal ke perjalanan KA lainnya, namun penumpang dapat melakukan pembelian tiket dengan jadwal KA yang lain secara mandiri.

Sebelum jadwal pembatalan diberlakukan, tentunya seluruh calon penumpang yang sudah membeli tiket pada jadwal KA yang dibatalkan tersebut sudah diberikan informasi terlebih dahulu melalui layanan informasi pelanggan.

“Kami mohon maaf kepada para pelanggan KA atas dibatalkannya sejumlah perjalanan KA tersebut. Semoga pandemi ini segera membaik dan perjalanan KA akan kembali normal seperti sedia kala,” kata Luqman.

Secara total pembatalan tiket kereta api terhitung sejak tanggal 1 Maret hingga 29 Maret 2020, di wilayah Daop 3 Cirebon ada sebanyak 13.584 pembatalan tiket KA untuk keberangkatan sampai dengan 90 hari ke depan baik melalui loket stasiun dan jalur online.

PT KAI menghimbau agar masyarakat dalam melakukan pembatalan tiket KA dapat melakukan secara online menggunakan aplikasi KAI Access. “Guna mempermudah pembatalan tiket KA, kami sarankan masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas yang ada pada aplikasi KAI Access. Karena lebih mudah dan tidak perlu datang ke loket stasiun. Beli tiket dimanapun, misalkan pembelian melalui stasiun atau channel penjualan resmi lainnya, calon penumpang tetap bisa melakukan pembatalan di aplikasi KAI Access,” pesannya.

Yang terpenting dalam aplikasi KAI Access, nomor identitas yang didaftarkan pada akun aplikasi KAI Access harus sesuai dengan nomor identitas pemesan tiket dan penumpang harus memilki aplikasi KAI Access dengan versi paling update yang bisa di cek pada playstore untuk pengguna android ataupun appstore untuk pengguna iOS. Selain itu, proses pembatalan juga dapat dilakukan di loket stasiun pembatalan yang ada di wilayah Daop 3 Cirebon, yaitu Stasiun Stasiun Cirebon, Cirebon Prujakan, Jatibarang, dan di Stasiun Brebes.

 

Berikut daftar 15 KA Argo Cheribon yang mengalami pembatalan perjalanan periode 1 April – 1 Mei 2020 :

  1. KA 32 Argo Cheribon (Tegal-Pemalang) keberangkatan Stasiun Tegal 05.20 WIB.
  2. KA 19 Argo Cheribon (Cirebon-Gambir) keberangkatan Stasiun Cirebon 07.25 WIB.
  3. KA 23 Argo Cheribon (Pemalang-Gambir) keberangkatan Stasiun Cirebon 08.35 WIB.
  4. KA 33 Argo Cheribon (Cirebon-Gambir) keberangkatan Stasiun Cirebon 11.05 WIB.
  5. KA 27 Argo Cheribon (Cirebon-Gambir) keberangkatan Stasiun Cirebon 14.15 WIB.
  6. KA 25 Argo Cheribon (Cirebon-Gambir) keberangkatan Stasiun Cirebon 17.30 WIB.
  7. KA 21 Argo Cheribon (Tegal-Gambir) keberangkatan Stasiun Cirebon 18.30 WIB.
  8. KA 29 Argo Cheribon (Cirebon-Gambir) keberangkatan Stasiun Cirebon 22.00 WIB.
  9. KA 28 Argo Cheribon (Gambir-Cirebon) keberangkatan Stasiun Gambir 06.05 WIB.
  10. KA 34 Argo Cheribon (Gambir-Cirebon) keberangkatan Stasiun Gambir 07.25 WIB.
  11. KA 20 Argo Cheribon (Gambir-Tegal) keberangkatan Stasiun Gambir 11.10 WIB.
  12. KA 24 Argo Cheribon (Gambir-Cirebon) keberangkatan Stasiun Gambir 12.20 WIB.
  13. KA 30 Argo Cheribon (Gambir-Cirebon) keberangkatan Stasiun Gambir 18.10 WIB.
  14. KA 26 Argo Cheribon (Gambir-Tegal) keberangkatan Stasiun Gambir 21.10 WIB.
  15. KA 22 Argo Cheribon (Gambir-Cirebon) keberangkatan Stasiun Gambir 22.30 WIB.

 

Sedangkan 4 perjalanan KA Argo Cheribon yang masih beroperasi periode 1 April – 1 Mei 2020 :

  1. KA 15 Argo Cheribon (Cirebon-Gambir) keberangkatan Stasiun Cirebon 06.15 WIB.
  2. KA 17 Argo Cheribon (Tegal-Gambir) keberangkatan Stasiun Cirebon 16.47 WIB.
  3. KA 16 Argo Cheribon (Gambir-Tegal) keberangkatan Stasiun Gambir 10.00 WIB.
  4. KA 18 Argo Cheribon (Gambir-Cirebon) keberangkatan Stasiun Gambir 20.40 WIB.

Kebijakan pengurangan jadwal atau pembatalan perjalanan ini akan terus dievaluasi sesuai dengan perkembangan dan situasi di lapangan, seiring upaya pencegahan penyebaran virus Corona yang terus dilakukan oleh PT KAI. Untuk mendapatkan informasi terupdate lainnya terkait perjalanan KA bisa menghubungi Call Center KAI di 121/021-121 atau melalui social media @kai121_. (Humas PT KAI Daop 3)

Pemkot Cirebon Luncurkan Situs Khusus Pantau Perkembangan Covid-19

azis3
Walikota Cirebon Nasrudin Azis. (Foto: Humas Pemkot Cirebon)

(Suara Gratia) CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon merilis website khusus untuk memantau perkembangan Covid-19 atau virus corona di Kota Cirebon. Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistika Ma’ruf Nuryasa mengatakan situs tersebut mengadopsi situs  Pikobar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang setiap hari datanya akan diperbarui.

“Website ini mengadopsi Pikobar dari Pemprov Jabar yang dilokalkan. Karenanya website ini akan menampilkan data mengenai jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) di Kota Cirebon. Kami akan perbarui datanya setiap hari secara berkala,” kata dia di Kota Cirebon, hari Rabu (25/3).

Situs tersebut, lanjut dia, dapat diakses oleh masyarakat melalui http://covid19.cirebonkota.go.id. Ma’ruf mengatakan desain di situs tersebut memang sengaja dibuat sederhana agar mudah dimengerti oleh masyarakat.

Selain berisi tentang pembaruan informasi seputar korban virus corona, situs ini juga berisi tentang informasi panduan terhindar dari pandemik corona dan nomor pengaduan yang dapat dihubungi oleh masyarakat saat mengalami gejala infeksi pernapasan, batuk, pilek dan demam.

Kemudian, situs ini juga sebagai sarana untuk meluruskan berita-berita miring yang beredar di masyarakat sehingga warga Kota Cirebon terhindar dari berita bohong atau hoaks.

Cegah Corona, Pemkot Cirebon akan Bubarkan Warga yang Acuhkan Social Distancing

9baa0b68-0a60-4ad9-a5ba-cc4363c4d76b
Wali Kota Cirebon secara simbolis melakukan penyemprotan semua ruas jalan di Kota Cirebon menggunakan cairan disinfektan. (Foto: Humas Pemkot Cirebon)

(Suara Gratia) Cirebon – Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis akan menindak tegas masyarakat yang masih berkumpul tanpa alasan yang jelas. Hal ini dilakukan untuk mencegah virus Covid-19 atau corona semakin luas.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Terlebih dari hari ke hari, penyebaran virus ini semakin mengkhawatirkan. Oleh karena itu, Pemkot Cirebon bekerja sama dengan TNI dan Polri akan membubarkan kerumunan masyarakat,” kata Azis usai melakukan rapat koordinasi dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di ruang kerja Wali Kota Cirebon, Senin (23/3).

Pembubaran kerumunan, lanjut dia, dilakukan agar masyarakat bisa menjadi diri mereka sendiri maupun orang lain dari penyebaran virus covid-19. Tidak hanya itu, setiap supermarket dan pusat perbelanjaan juga akan terus dipantau untuk melakukan standar operasional prosedur pencegahan penyebaran virus covid-19.

“Untuk perkantoran kami sudah menyampaikan edaran untuk mengurangi kegiatan dan pegawainya. Bekerjalah dari rumah,” ungkap Azis. Sedangkan untuk anak-anak sekolah, saat ini masih dalam kondisi belajar di rumah. Untuk perkembangan lanjutan dari anak-anak sekolah menurut Azis masih menunggu kondisi terakhir perkembangan penyebaran virus covid-19 ini seperti apa.

“Sampai saat ini walaupun terjadi peningkatan di Kota Cirebon, namun lebih dikarenakan pendatang dari luar Kota Cirebon yang saat ini berstatus Orang dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien dalam Pemantauan (PDP),” kata dia.

“Tapi kita tentu tidak ingin mengambil resiko,” tegas Azis. Sebagai bentuk pencegahan lainnya, mulai hari ini dilakukan penyemprotan semua ruas jalan di Kota Cirebon menggunakan cairan disinfektan. Masyarakat juga diimbau untuk selalu menjaga kesehatan, berolahraga dan makan makanan yang bergizi. Dengan tubuh yang sehat, virus apa pun tidak akan bisa masuk ke dalam tubuh.

Sementara itu Kepala Satpol PP Kota Cirebon, Drs. Andi Armawan, menjelaskan jika Satpol PP berkoordinasi dengan TNi dan Polri akan melakukan penyisiran di sejumlah ruas jalan yang ada di Kota Cirebon.

“Jika didapati ada yang berkerumun apalagi tidak memakai alat pelindung diri, seperti masker, maka akan segera dibubarkan,” ungkap Andi. Wali Kota menurut Andi juga telah berpesan agar tindakan tegas bisa dilakukan agar penyebaran virus covid-19 di Kota Cirebon tidak meluas.

Karena itu, Andi juga mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi semua standar operasional yang ditetapkan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus covid-19 ini. Mulai dari tetap berada di rumah sesuai dengan waktu yang telah ditentukan hingga melakukan social distancing di tempat-tempat umum jika terpaksa keluar rumah. (Humas Pemkot Cirebon)

Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Siap Beroperasi

covid1
Tempat tidur di Wisma Atlet Kemayoran. (Foto: BNPB)

 

(Suara Gratia) JAKARTA –  Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, bersama Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri PUPR, Menteri BUMN Erick Thohir meninjau sekaligus mengecek fasilitas dan kesiapan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Utara (22/3). Wisma Atlet yang dijadikan Rumah Sakit (RS) Darurat Penanganan Covid-19, sudah dapat beroperasi mulai hari ini.

“Dalam empat hari Wisma Atlet yang pernah digunakan saat perhelatan Asian Games “disulap” menjadi rumah sakit. Hal ini adalah hasil kerjasama berbagai pihak, termasuk swasta. BUMN akan mensuplai kebutuhan-kebutuhan RS Darurat Penanganan Covid-19 ini, baik peralatan kesehatan, obat-obatan, alat pelindung diri dan masker, serta jaringan telekomunikasi hingga 500 MB,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencara Agus Wibowo di Jakarta, hari Senin (23/3).

Rumah Sakit ini dapat menampung kurang lebih 2.500 pasien dan akan diklasifikasi, mana yang harus masuk di ruang isolasi dan ruang observasi. Ada beberapa gedung yang sudah diperbarui menjadi tempat perawatan pasien Covid-19. Di antaranya ada empat gedung yaitu tower  6 dan 7 dilengkapi peralatan seperti laboratorium dan ruang radiologi, ruang isolasi (ICU maupun non ICU) untuk merawat pasien Corona.

Kemudian, Agus menjelaskan pada saat pelaksanaannya, RS Penanganan Darurat Covid-19 ini, akan dibagi dalam 3 zona. Yang pertama, Zona Hijau adalah Tower 1, akan diisi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Hanya orang yang berkepentingan yang dapat memasuki daerah ini. Termasuk di dalamnya dari pihak TNI, Polri, BNPB dan kelompok relawan,” kata dia.

Kemudian, Zona Kuning adalah Tower 3, akan diisi oleh Dokter, Perawat dan Petugas Paramedis lainnya. Lalu Zona Merah adalah Tower 6-7, yang merupakan RS Darurat Penanganan Covid-19. Agus mengatakan hanya pihak yang berwenang saja yang menggunakan APD lengkap yang dapat masuk ke zona ini selain pasien.

Sementara itu, Markas Besar Angkatan Darat Pusat Kesehatan kemarin (22/3), telah mengirimkan 155 personil kesehatan angkatan darat ke RS Darurat Penanganan Covid-19 di Kemayoran. Di antaranya adalah 11 dokter spesialis, 30 dokter umum, 1 apoteker, 3 asisten apoteker, 5 analis laboratorium, 5 penata rontgen, 50 perawat umum, 50 personil non medis.

‘Mereka akan bertugas selama 1 bulan, sesuai surat nomor B/882/III/2020,” kata Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat, Mayjen TNI dr. Tugas Ratmono.

TNI juga memiliki 109 rumah sakit mulai dari tingkat satu, dua, tiga dan empat yang ada di seluruh Indonesia, sudah dan sedang dipersiapkan sebagai ruang isolasi yang mampu menampung 10 sampai 30 pasien Covid-19 setiap rumah sakit.

Disamping itu, rumah sakit milik BUMN dapat juga digunakan untuk menampung pasien terpapar Covid-19 termasuk rumah sakit darurat yang ada di Pulau Galang maupun di Wisma Atlet ini.

“Semuanya di bawah kendali dari kepala gugus pusat maupun daerah,” kata dia. (BNPB)

%d blogger menyukai ini: