Perumda Pasar Berintan Sediakan Wastafel Sementara di 10 Pasar Tradisional Cirebon

WhatsApp-Image-2020-03-20-at-11.32.36
Pemasangan wastafel sementara di Pasar Kramat Cirebon. (Foto: Humas Pemkot Cirebon)

(Suara Gratia) CIREBON – Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon memasang wastafel sementara di 10 pasar tradisional di Kota Cirebon. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi protokol pencegahan virus Cofid-19 di Kota Cirebon.

“Kita pasang di 10 pasar yang ada di Kota Cirebon,” kata Direktur Umum Perumda Pasar Berintan, Dudung Abdul Rifa’i di Pasar Kramat, Kota Cirebon, hari Jumat (20/3).

Dia mengatakan di masing-masing pasar jumlahnya bisa lebih dari satu buah wastafel sementara, tergantung kebutuhan pasar tersebut. Selain wastafel, Perumda Pasar Berintan juga menyediakan sabun antiseptik supaya bisa digunakan oleh para pengunjung dan pedagang untuk menjaga kebersihan.

Wastafel sementara tersebut, lanjut dia, dipasang di 10 pasar Kota Cirebon yaitu di Pasar Kramat, Pasar Pagi, Pasar Gunung Sari, Pasar Kanoman, Pasar Jagasatru, Pasar PPH, Pasar Perumnas, Pasar Drajat, Pasar Kalitanjung dan Pasar Pronggol. Petugas juga akan mengisi air secara berkala di 10 pasar tersebut.

Selain itu, Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon juga memasang spanduk-spanduk imbauan di masing-masing pasar. Imbauan tersebut diantaranya berisi agar masyarakat senantiasa menjaga kebersihan, menerapkan pola hidup sehat dan memakai masker. “Jika semua ditaati, kita bisa terbebas dari virus corona,” ungkap Dudung.

Mengenai kebersihan pasar, Dudung mengungkapkan jika pihaknya secara rutin bergotong royong baik dengan pedagang pasar maupun komunitas cinta Kota Cirebon melakukan bersih-bersih pasar. “Seluruh jajaran Perumda Pasar Berintan turun langsung ikut membersihkan pasar,” ungkap Dudung.

Sementara itu Kepala Pasar Kramat, Adang Sudrajat, mengaku pemasangan wastafel sementara sangat bermanfaat untuk menjaga kebersihan diri. “Tidak hanya bermanfaat bagi pedagang namun juga bagi pengunjung. Semoga kita semua selalu dalam kondisi sehat,” ungkap Adang. (Humas Pemkot Cirebon)

 

Walikota Cirebon: Kabar Penutupan Pasar Hoax!

WhatsApp-Image-2020-03-05-at-13.43.26
Walikota Cirebon Nasrudin Azis memimpin rapat koordinasi dengan berbagai instansi dan lembaga terhadap penanganan dan pencegahan Virus Corona di Balai Kota Cirebon, hari Kamis (5/3). (Foto: Dok. Humas Pemkot Cirebon)

(Suara Gratia) CIREBON – Pemerintah Kota (Pemda) Kota Cirebon membantah kabar tutupnya sejumlah pasar akibat penyebaran virus covid-19. Langkah-langkah preventif dilakukan PD Pasar Berintan untuk meminimalkan penyebaran virus tersebut di Kota Cirebon.

“Kami tidak pernah menginstruksikan pasar dan mall untuk tutup,” kata Walikota Cirebon Nasrudin Azis saat menggelar jumpa pers di Balaikota Cirebon, hari Kamis (19/3). Namun, lanjut Azis, pihaknya memperingatkan agar pengurus pasar maupun pengelola mall untuk bisa melindungi diri dan pedagang dengan baik selama masa penyebaran virus covid-19 ini.

“Yaitu dengan menaati aturan-aturan pencegahan penyebaran covid-19 yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,” tegas Azis.

Azis juga meminta kepada setiap warga di Kota Cirebon untuk disiplin menjalankan aturan-aturan pencegahan penyebaran virus covid-19. “Kuncinya saat ini, jalankan terus pola hidup sehat dan tingkatkan daya tahan tubuh,” tegas Azis.

Sementara itu Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Berintan, Akhyadi,  juga membantah adanya informasi jika pasar tradisional akan tutup ada tanggal 20 Maret 2020. “Itu bohong,” ungkap Akhyadi. Saat ini, lanjut Akhyadi, situasi dan kondisi yang ada di pasar tradisional berjalan normal dan terkendali.

Namun, pihaknya tetap melakukan langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran virus covid-19 di  pasar-pasar tradisional. Diantaranya meminta agar antara pedagang dan penjual tidak terjadi kontak fisik, seperti berjabat tangan. “Kami juga mewajibkan kepada pengurus pasar untuk menyiapkan wastafel dan cairan antiseptik,” tegas Akhyadi.

Imbauan tersebut disampaikan melalui berbagai media yang ada, mulai dari spanduk di masing-masing pasar hingga melalui pengeras suara yang ada di setiap pasar. (Humas Pemkot Cirebon)

Liburkan Sekolah, Upaya Pemkot Cirebon Cegah Penyebaran Virus Corona

IMG-20200315-WA0025
Walikota Cirebon Nasrudin Azis saat menggelar rapat bersama Forkopimda di Rumah Dinas Walikota Cirebon, hari Minggu (15/3). (Foto: Humas Pemkot Cirebon)

(Suara Gratia) CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon melakukan beberapa upaya genting untuk mencegah penyebaran virus Corona menyebar di wilayah Cirebon. Apalagi setelah pihaknya mengumumkan ada satu orang positif terinfeksi virus Corona. Salah satunya adalah dengan menghentikan kegiatan belajar mengajar sementara selama 14 hari.

“Terhitung mulai Senin, libur selama 14 hari siswa belajar di rumah. Dinas terkait saya instruksikan untuk buat surat edaran dan mengumpulkan seluruh kepala sekolah,” kata Walikota Cirebon, Nasrudin Azis saat menggelar rapat terbatas bersama Forum Kepemimpinan Daerah Kota Cirebon (Forkopimda) di rumah dinas Walikota Cirebon, Jalan Siliwangi, hari Minggu (15/3).

Secara teknis, lanjut dia, siswa yang masuk hanya akan mendapatkan pengarahan dari pihak sekolah saja. Termasuk imbauan kepada orang tua siswa untuk mendampingi anaknya selagi belajar di rumah.

Selain meliburkan sekolah, Azis juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak bepergian ke tempat ramai, luar kota dan luar negeri. Meski demikian, Azis belum mengeluarkan instruksi untuk menutup restoran dan tempat wisata.

Kemudian, acara mingguan seperti hari bebas berkendara atau car free day dan  segala aktivitas yang akan melibatkan banyak orang juga diimbau untuk tidak digelar untuk sementara waktu. Pihaknya juga sudah menyiagakan seluruh tenaga medis untuk merawat dan memeriksa pasien yang diduga tertular virus korona.

Tidak hanya itu, Pemda Kota Cirebon juga telah membentuk Pusat Layanan Informasi dan Koordinasi Covid 19 yang langsung di bawah pimpinan Wali Kota Cirebon. Pusat layanan informasi dan koordinasi Covid 19 ini ada hingga tingkat kelurahan dan bertugas untuk menyusun sejumlah rencana pencegahan penyebaran virus covid -19 di masyarakat. Masyarakat juga bisa menghubungi telepon dengan nomor 119 dan 08112093306.

Dia mengimbau masyarakat untuk menggalakkan pola hidup sehat seperti cuci tangan menggunakan sabun,  menjaga kebugaran, kesehatan keluarga dan jangan panik karena panik akan menurunkan daya tahan sehingga penyakit apa pun bisa masuk ke dalam tubuh.

Persiapkan Model dan Modul Belajar di Rumah

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Irawan Wahyono, menjelaskan jika setelah rakor ini mereka akan melakuka rapat kembali dengan jajaran teknis Dinas Pendidikan Kota Cirebon, kantor cabang Dinas Wilayah 10 Dinas Pendidikan Pemprov Jabar dan Kemenag Kota Cirebon.

“Rapat akan merumuskan model dan modul untuk siswa belajar di rumah,” ungkap Irawan. Pada hari Senin (16/3), siswa tetap masuk ke sekolah dan pihak sekolah memberikan penjelasan kepada orangtua siswa serta memberikan model dan modul untuk belajar di rumah tersebut.

Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon, Bakti Artanta, menjelaskan jika pihaknya bersama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Cirebon tetap akan menjaga inflasi di Kota Cirebon. “Kami akan segera bertemu dengan distributor yang ada disini,” ungkap Bakti. Pasokan bahan pangan juga tetap akan dijaga, sehingga tidak terjadi kelangkaan pangan. (Humas Pemkot Cirebon)

 

 

Pemkot Cirebon: Pasokan Gas Elpiji Aman

WhatsApp-Image-2020-03-10-at-08.52.06-1
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan usaha Kecil Menengah (DPKUKM) Kota Cirebon, Maharani Dewi (kanan). (Foto: Humas Pemkot Cirebon)

(Suara Gratia) CIREBON – Pasokan elpiji 3 kg ke Kota Cirebon masih normal. Adanya keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan pasokan elpiji bersubsidi tersebut dikarenakan meningkatnya permintaan saat ini.

“Yang terjadi saat ini dikarenakan tingginya permintaan,” kata Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan usaha Kecil Menengah (DPKUKM) Kota Cirebon, Maharani Dewi, hari Senin (9/3). Musim hujan, lanjut Maharani, membuat sejumlah pedagang mengalami peningkatan permintaan. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya pemakaian elpiji 3 kg.

Akibatnya, sejumlah pedagang yang pembeliannya hanya satu tabung seperti pedagang gorengan mengalami kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg. Termasuk juga ibu-ibu rumah tangga. Kalau pun ada, harganya mencapai Rp 23ribu per tabung. “Tapi itu di tingkat eceran. Sedangkan di tingkat pangkalan harganya masih tetap sesuai harga eceran tertinggi,” ungkap Maharani. HET elpiji 3 kg di tingkat pangkalan saat ini masih Rp 16ribu/tabung.

Untuk penambahan kuota elpiji 3 kg menurut Maharani biasanya hanya berlaku saat hari besar seperti Lebaran, Natal dan tahun baru. Namun saat ini Maharani mengungkapkan jika mereka telah berkoordinasi dengan Hiswana Migas untuk membahas permasalahan ini.

Sementara itu menyinggung gula pasir, Maharani mengungkapkan stok sebenarnya masih ada. Namun, memang harganya melonjak, khususnya di pasar tradisional. Kenaikan harga gula menurut Maharani dikarenakan stoknya yang memang menipis.

“Karena gula lokal belum melakukan giling,” ungkap Maharani. Saat ini DPUKM Kota Cirebon tengah melakukan koordinasi dengan pihak provinsi untuk membahas minimnya stok gula di pasaran. (Humas Pemkot Cirebon)

 

%d blogger menyukai ini: