MENJAWAB PERTANYAAN-PERTANYAAN BESAR (3)

Bagaimana kita bisa mempercayai Alkitab ketika manusia menulisnya? Jawaban: Apakah Anda yang menulis surat atau pena? Pena hanyalah instrumen yang Anda gunakan. Dengan cara yang sama, Tuhan menggunakan manusia sebagai alat untuk menulis ‘surat’-Nya kepada umat manusia.
Itulah sebabnya Sir Isaac Newton berkata, ‘Saya menemukan tanda-tanda keaslian yang lebih pasti dalam Alkitab, daripada dalam sejarah profan manapun.’

Itulah sebabnya Billy Graham berkata tentang Kitab Suci: ‘Jika saya tidak percaya bahwa Alkitab dan Injil Yesus Kristus memiliki jawaban atas masalah dunia yang membingungkan ini, saya akan kembali ke pertanian dan kehidupan pedesaan yang saya cintai dan menghabiskan waktu saya dalam kesendirian yang damai.’

Ada alasan mengapa Abraham Lincoln berkata, ‘Saya percaya Alkitab adalah hadiah terbaik yang pernah diberikan Tuhan kepada manusia.’

Josh McDowell, seorang apologis Kristen mengatakan: ‘Inilah gambarannya: 1.500 tahun, 60 generasi, 40 penulis, berbagai lapisan masyarakat, tempat yang berbeda, waktu yang berbeda, suasana hati yang berbeda, benua yang berbeda, tiga bahasa, menulis pada ratusan topik kontroversial. Namun ketika mereka disatukan, ada harmoni mutlak dari awal hingga akhir… Tidak ada buku lain dalam sejarah yang bahkan dapat dibandingkan dengan keunikan kontinuitas ini.’

Anda dapat mempercayai Alkitab Anda. Nubuat-nubuatnya telah digenapi, janji- janjinya telah teruji oleh waktu, dan prinsip- prinsipnya untuk hidup benar-benar berhasil. Tahukah Anda mengapa Alkitab ditulis? Yohanes memberi kita jawabannya: ‘Hal- hal ini telah kutuliskan kepada kamu yang percaya dalam nama Anak Allah, supaya kamu tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.’ (1 Yoh 5:13)

Sumber: Buku Renungan Hari Ini
Edisi : Kamis, 23 Juni 2022

AYAT ALKITAB HARIAN, 20 FEBRUARI 2022

SERIBU KATA

Ayat Alkitab Harian

Dalam film A Thousand Words, dikisahkan bahwa hidup Jack McCall, sang tokoh utama, ditentukan oleh seribu kata yang ia ucapkan.

Ada pohon yang tiba-tiba muncul di halaman rumahnya, dan setiap kata yang ia ucapkan akan merontokkan sehelai daun dari pohon itu. Setiap kata menentukan berapa lama ia akan bertahan hidup.

Menarik sekali melihat bagaimana McCall harus berhemat sedemikian rupa dalam berkata-kata, termasuk ketika hendak berbicara dengan istri, rekan bisnis, atau memesan kopi di kedai favoritnya.

Meskipun hanya fiktif, kisah Jack McCall mengandung pesan yang sangat baik untuk direnungkan. Alkitab juga mengingatkan betapa berbahayanya lidah manusia; tidak ada seorang pun yang berkuasa menjinakkannya. Lidah digambarkan sebagai sesuatu yang buas, tak terkuasai, dan penuh racun mematikan. Ada banyak orang telah menjadi korban dari lidah yang tidak terkendali. Ada banyak orang tanpa sadar menyebarkan racun yang mematikan lewat perkataan yang terucap secara sembarangan.

Firman Tuhan menasihati kita agar lebih berhati-hati dalam berbicara. Allah tidak perlu “menumbuhkan” pohon ajaib supaya kita dapat lebih berhati-hati dalam bertutur kata. Akan tetapi, kita memerlukan pertolongan-Nya supaya dimampukan untuk mengendalikan kebuasan lidah. Dia ingin lidah kita memuji Tuhan dan mengucapkan perkataan berkat, bukan untuk mengutuk.

Mari kita bersungguh-sungguh memperhatikan perkataan supaya bisa menjadi saluran berkat bagi sesama.

Sumber :
Renungan & Ilustrasi Kristen

AYAT ALKITAB HARIAN, 18 FEBRUARI 2022

MUSUH YANG MENGUATKAN

Banyak orang mengagumi Muhammad Ali sebagai petinju legendaris. Namun, orang sering melupakan lawan-lawannya.

Salah satu musuh bebuyutan Ali yang bertarung dengannya sampai tiga kali adalah Joe Frazier. Adalah Frazier yang membuat Ali takluk pada pertandingan pertama mereka yang disebut-sebut the Fight of the Century pada 8 Maret 1971.

Di pertandingan tinju 15 ronde itu Frazier merebut sabuk dan gelar “Juara Dunia Kelas Berat” dari Ali; walaupun pada kali kedua (28 Januari 1974) dan ketiga (1 Oktober 1975) mereka bertarung lagi, Frazier kalah.

Tanpa lawan yang tangguh, tanpa musuh bebuyutan, mungkin tak akan pernah ada Muhammad Ali, sang legenda.

Hidup kita pun merupakan sebuah pertandingan. Kita bertanding agar kita bertumbuh dewasa, tak menjadi anak gampang. Bila pertandingan tinju lawannya adalah manusia lain, apakah lawan kita dalam pertandingan iman? Lawan kita yang pertama adalah Iblis, yang dapat membuat kita kehilangan iman. Lawan kita juga adalah keinginan daging. Lawan yang lainnya adalah kegagalan kita dalam menaati perintah Allah.

Tanpa musuh, seseorang tak akan jadi pemenang. Tanpa pertandingan, seorang tak akan tahu seberapa besar kekuatannya. Mari menjadi petarung yang gigih, agar kita dapat memenangkan pertandingan dengan tetap setia menjadi pemegang sabuk dan gelar “Pengikut Kristus”!

Sumber :
Renungan & Ilustrasi Kristen

BERSUNGUT-SUNGUT TENTANG KEBUTUHAN

Sudah menjadi hal biasa bila manusia mengeluhkan kebutuhan hidupnya: apa yang hendak dimakan, minum, dan pakai. Sebesar apa pun berkat yang diterimanya serasa tidak pernah ada kata cukup. “Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya.” (Pengkhotbah 5:9). Karena merasa kurang, mereka mengeluh, bersungut-sungut, menggerutu, dan mengomel tiada henti.

Alasan kebutuhan atau urusan perut inilah yang membuat bangsa Israel bersungut-sungut, “Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan.” (ayat 3). Berfirmanlah Tuhan: “Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel; katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; ” (ayat 12), maka Tuhan mengirimkan burung puyuh dan manna, yang disebut pula roti sorga, sebagai makanan bagi mereka selama di padang gurun. Meski Tuhan sudah memenuhi segala kebutuhannya, umat Israel tetap saja tak merasa puas, bahkan mereka terus membanding-bandingkan keadaan saat berada di Mesir, “Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih. Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apapun, kecuali manna ini saja yang kita lihat.” (Bilangan 11:5-6).

Banyak orang Kristen tak beda jauh dengan bangsa Israel, selalu bersungut-sungut, tak bisa bersyukur, padahal kita sudah menerima “manna” dari sorga, gambaran dari firman Tuhan untuk menguatkan kita. Tetapi sering kali “…kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.” (Matius 13:22). Kita pun membanding-bandingkan diri dengan keadaan orang-orang di luar Tuhan yang sepertinya hidup penuh kenyamanan, sementara kita tidak. Daya tarik “Mesir”, lambang kehidupan duniawi yang penuh kemewahan pun begitu menyilaukan mata kita, sehingga kita tidak bisa mensyukuri berkat Tuhan. Berhentilah bersungut-sungut!

Hidup yang selalu diwarnai persungutan adalah tanda bahwa seseorang tak percaya akan kasih dan kuasa Tuhan!

SIMBER :
RENUNGAN & ILUSTRASI KRISTEN

PROSES YANG MENJADI POLESAN

Ayat Alkitab Harian

Anak-anak pilihan akan melalui berbagai macam proses agar iman percaya mereka dapat tumbuh lebih kuat dan lebih kokoh lagi sehingga dapat berdiri teguh di dalam Yesus. Semacam sebuah audisi dan kita semua mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi kontestan. Kita dipilih dan diambil dari latar belakang kehidupan yang berbeda-beda. Seseorang dengan banyak menghadapi berbagai macam permasalahan dan beban hidup, ketika ia bisa menyelesaikan setiap tantangan di dalam kehidupannya dengan mengundang Yesus hadir sebagai Penasihatnya, sebagai Gurunya, dan sebagai Gembalanya, maka ia akan keluar sebagai pemenang.

Dengan takut akan Tuhan, anak-anak pilihan akan dibekali dengan hikmat, pengetahuan, dan kekuatan dari Tuhan untuk menghadapi berbagai macam tantangan. Kita diperlengkapi dengan Alkitab yang menjadi pedoman hidup.”Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7).

Cobalah dalam keadaan hancur remuk, menangislah sungguh-sungguh kepada Yesus, mintalah Yesus hadir dengan persembahan hati kita yang hancur remuk berurai air mata. Dengan banyak tantangan yang kita hadapi, membuat kita semakin bertekun dan semakin dekat dengan Allah, di situlah kita akan melatih mata hati kita melihat hal-hal yang tidak dapat dilihat dan dirasakan oleh mereka yang belum mengalami proses dan polesan di dalam Yesus.

Sumber :
Renungan & Ilustrasi Kristen

RENUNGAN HARI INI, EDISI 2022

Marilah ikut terlibat dalam pelayanan bersama dengan Radio Suara Gratia 95.9FM Cirebon

Jappri dan UCB Indonesia telah menerbitkan sebuah buku spesial yang menyediakan makanan rohani kita.

Buku Renungan Hari Ini Edisi 2022 adalahh sebuah buku renungan yang membantu kita bertumbuh di dalam Yesus, menjadi serupa dengan-Nya dan menjadi berkat bagi dunia.

Keluarga Gratia juga dapat mengirimkan donasi, untuk mendukung penyebaran berkat melalui Renungan Hari Ini di edisi berikutnya.

Untuk pemesanan dan info lebih lanjut, hubungi CALL CENTER RADIO SUARA GRATIA :
Office : 0231.230816
WA : 0817.222.959

KEJUJURAN SANG PRIA

Seorang pria bimbang dengan tawaran pekerjaan untuk posisi yang baru. Sang pimpinan menghendakinya menuliskan jumlah yang berbeda pada laporan penerimaan barang.

Pria itu dengan berat hati menolak tawaran promosi tersebut karena ia tidak mau melakukan kebohongan.

Keesokan harinya, ketika ia mengutarakan jawaban dan alasannya, anehnya, promosi jabatan itu malah ia peroleh.

Rupanya, pimpinan perusahaan itu sedang menguji kejujuran dan ketulusan hatinya. Enam kandidat sebelumnya gagal melewatinya.

Orang benar adalah orang yang mengerti cara hidup benar, termasuk memilih hal yang benar sekalipun ada tawaran menggiurkan untuk melakukan hal yang jahat. Orang benar adalah orang yang tidak takut akan risiko yang harus dihadapi ketika ia memilih untuk tetap berada di “jalur” yang benar.

Tuhan pun tahu cara menghargai umat-Nya yang tetap teguh berdiri demi kebenaran sekalipun seluruh dunia melakukan hal yang sebaliknya. Pilihan yang tidak populer sekaligus dihindari oleh banyak orang, tetapi bernilai tinggi di mata Tuhan. Beranikah kita melakukannya?

“Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat, tetapi nama orang fasik menjadi busuk.” (Amsal 10:7)

Sumber : Renungan & Ilustrasi Kristen

%d blogger menyukai ini: