TALKSHOW INSPIRASI

Talkshow Inspirasi Motivasi

Keluarga. Gratia, akhir pekan anda semakin lebih istimewa dengan dihadirkannya rangkaian TALKSHOW INSPIRASI.

TALKSHOW INSPIRASI – MOTIVASI, setiap Sabtu, Minggu ke-1, pukul 11.00 WIB bersama dengan seorang Public Speaker ternama di Kota Cirebon serta Direktur Pelaksana Sekolah Kristen Terang Bangsa Cirebon, Bapak Stepanus Cahyanto, S.E., Keluarga Gratia akan kembali di motivasi untuk kembali dapat bersemangat memaknai kehidupan.

Program ini juga akan disiarkan secara langsung di Youtube Chanel Radio Suara Gratia FM Cirebon dan anda bisa mendengarkan melalui streaming http://www.suaragratiafm.com/streaming atau install aplikasi Radio Suara Gratia melalui playstore

Jika anda yang diberkati dengan program TALKSHOW INSPIRASI – MOTIVASI ini, bisa memberikan testimoni atau kesaksian melalui whatsapp / sms di nomor 0817222959.

Pastikan akhir pekan anda bersama keluarga semakin diberkati dengan mendengarkan Suara Gratia FM Cirebon.

Iklan

4 Pengusaha Ini Bangkit Ketika Karirnya Sudah di Ujung Tanduk

Ilustrasi. Depresi. (Foto: Istimewa)

(Suara Gratia) Cirebon – Pernahkah Anda merasa bisnis yang sudah dirintis dari nol sudah berada di ujung tanduk atau mengalami gejala-gejala kebangkrutan? Anda tidak sendiri. Bahkan pengusaha sukses di luar sana pasti mengalami kegagalan. Lalu apakah mereka menyerah? Bagaimana mereka menanggapi kegagalan yang sudah di ujung mata?

Empat pengusaha berikut mungkin bisa menjadi inspirasi bagi Anda yang bisnisnya sedang berada di ujung tanduk.

  1. Barbara Corcoran

Barbara Corcoran adalah pendiri The Corcoran Group, sebuah agen perumahan mewah terbesar di New York, Amerika Serikat. Mengawali karir sebagai seorang pelayan, Corcoran kemudian membangun bisnis dengan pacarnya kala itu, Simon, senilai 1000 dolar. Selama tujuh tahun, mereka sukses membangun perusahaan yang mencakup 14 agensi perumahan mewah di New York.

Namun, tak disangka Simon memberi ‘kejutan’ kepada Barbara dengan mengatakan ia akan menikahi sekretaris Corcoran. Saat itu, Corcoran seperti disambar petir dan rasanya ingin mati saja. Dia juga berpikir untuk menyerah.

Tapi pikiran itu ditepisnya. Corcoran mengambil separuh bisnis agensi tersebut dan mengambil tujuh pegawai penjualan bersamanya. Tahun 2001, ia menjual Corcoran Group dengan nilai jual 66 juta dolar. Setelah menjual bisnisnya, ia terus berjuang menemukan jalannya sendiri sebagai pengusaha.

  1. Cam Mirza

Pendiri Mirza Holdings dan The $500 Milion Man, Cam Mirza telah delapan kali gagal  dalam membangun usahanya dan sekarang telah memimpin perusahaan yang nilainya miliaran dolar dengan 600 pegawai.

“Saya sudah gagal berkali-kali dalam bisnis dimana memulai dari awal adalah sesuatu yang familiar. Saya memberi waktu kepada diri saya sendiri tiga hari untuk berduka atas kehilangan bisnis saya atau kegagalan yang besar. Setelah itu, saya membuat rencana untuk membangun modal dan infrastruktur untuk membuat sesuatu yang baru,” ungkap Cam Mirza, seperti yang dilansir dari jawaban.com.

Cam kemudian membuat pengingat beberapa kali dalam sehari untuk tetap fokus dalam mengeksekusi rencana yang telah dia buat.

  1. Jim Mathers

CEO dari North American Energy Advisory, Inc Jim Mathers ditendang oleh perusahaannya yang sudah ia bantu bertumbuh 300 persen. Saat itu ia mulai berpikir untuk memiliki bisnis sendiri dan menjadi tuan atas takdirnya. Kejadian ini sudah terjadi sekitar 20 tahun yang lalu.

“Saya tidak pernah kehilangan kepercayaan atas kemampuan saya. Saya fokus kepada kemampuan saya untuk membuat segalanya benar. Saya tetap positif dan menggunakan kejadian yang menyedihkan ini untuk memaksa diri saya berpikir lebih besar dari sebelumnya,” kata dia.

  1. John Hanna

“Saya gagal tiga kali,” ungkap John Hanna, penulis buku “Way of the Wealth” dan CEO Fairchild Group.

“Dari pengalaman, pola pikir Anda adalah segalanya. Ambil waktu untuk mengatur ulang sikap Anda. Gagal itu sangat berat, bahkan pengalaman yang meremukkan, tetapi berputar-putar dengan sikap seorang pecundang membuatnya tambah berat. Jangan ada pesta mengasihani diri! Kemudian, temukan kembali alasan mengapa kamu dulu memulai usahamu. Apa yang menjadi tujuanmu? Gunakan itu menjadi motivasi utama untuk bangkit kembali. Semua kejadian dramatis akan berlalu, tetapi kita harus memilih ke arah mana sesudahnya; ke atas atau ke bawah.” (jawaban.com)

 

Tukang Cuci Piring

Ilustrasi. Cuci piring. (Foto: Istimewa)

 

Bacaan: Yesaya 9:5

“Mereka tak peduli apa pun arahan saya”, keluhnya. Dulu, panitia memintanya menjadi penasihat. “Anda sangat kompeten”, kata mereka waktu itu. Ternyata, mereka hanya memanfaatkan popularitasnya. Panitia bertindak sesuka hati. Pertimbangannya tidak pernah digubris. Jika kesulitan timbul, barulah mereka datang memintanya memberi solusi. “Tak ada gunanya saya di sana”, ujar pria itu. “Saya akan mengundurkan diri”.

Diposisikan seakan terhormat, tetapi perkataannya diabaikan, nasihatnya tak digubris. Hanya tiap kali masalah datang, diminta memberikan solusi. Seperti itulah sikap kita kepada Tuhan. Puja-puji kita nyanyikan untuk- Nya. Kita sanjung Dia sebagai Penasihat Ajaib. Tetapi, de facto, kita tidak menggubris nasihat-Nya. Kita melangkah tanpa memedulikan kehendak-Nya. Jika masalah datang, barulah kita mengungsi kepada-Nya.

Penasihat Ajaib itu kita jadikan “Tukang Cuci Piring”, tidak pernah kita ajak berembug tentang bagaimana perhelatan akan kita adakan, tetapi Dia selalu kita limpahi semua kesulitan setelah pesta usai. Tiap kali ada persoalan yang kita tak mampu menangani, “Tukang Cuci Piring” itu kita minta untuk mengatasi.

Kitab Amsal menasihati, “Akuilah Dia dalam segala lakumu”. Jangan hanya mengakui kuasa dan kebaikan-Nya, tetapi hormati dan akui juga kehendak-Nya dan kedaulatan-Nya. Jangan jadikan Dia Penasihat yang tak pernah didengar, jangan jadikan Dia “Tukang Cuci Piring” dalam “pesta semau gue” hidupmu, tetapi dengarkan kehendak-Nya, dan berjuanglah mewujudkan itu. (Renungan Harian)

%d blogger menyukai ini: