Jawa Barat, Provinsi Paling Intoleran di Indonesia

Peserta dari beberapa Lembaga di Jawa Barat mengikuti Training Paralegal di Hotel Puri Cipaganti Bandung.
Peserta dari beberapa Lembaga di Jawa Barat mengikuti Training Paralegal di Hotel Puri Cipaganti Bandung. Atas kerjasama antara LBH Bandung dan YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia)

(Suara Gratia)Cirebon – Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung mencatat sejak tahun 2005-2011 telah terjadi 383 peristiwa tindak pelanggaran intoleransi di Jawa Barat, tahun 2012 sebanyak 76 peristiwa pelanggaran, dan bulan Januari sampai bulan Mei 2013 telah terjadi 23 peristiwa tindak kekerasan dan intoleransi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan. Menurut data terakhir tahun 2013 aksi tindakan pelanggaran ini didominasi oleh penutupan tempat ibadah yakni sebanyak 15 kasus, perusakan tempat ibadah sebanyak 3 kasus, pelarangan kegiatan keagamaan 1 kasus, pemidanaan 2 kasus, pemaksaan keyakinan 1 kasus, dan tindakan sesat 1 kasus. Selama tahun 2005 hingga 2011 dari sekian banyak tindakan intoleransi hanya 3 peristiwa yang kemudian mampu menarik pelaku ke meja hijau. Lanjutkan membaca “Jawa Barat, Provinsi Paling Intoleran di Indonesia”

Iklan

“Rapor Merah” Buat Jawa Barat

Dari kiri ke kanan Perwakilan dari The Wahid Institute (Nurun Nisa), Moderator, Ketua Majelis Pengurus Yayasan Fahmina (Marzuki Wahid), Aktifis GP Ansor Cirebon (Marzuki Rais).
Dari kiri ke kanan Perwakilan dari The Wahid Institute (Nurun Nisa), Moderator, Ketua Majelis Pengurus Yayasan Fahmina (Marzuki Wahid), Aktifis GP Ansor Cirebon (Marzuki Rais).

(Suara Gratia) Cirebon-Jawa Barat mendapat Rapor Merah, karena kasus kekerasan, intoleransi agama dan pelanggaran Hak Kemerdekaan Beragama/Berkeyakinan (KBB) menunjukkan angka tertinggi di Indonesia. Provinsi Jawa Barat memiliki luas 3,5 juta hektar. Menurut Badan Pusat Statistik tahun 2010 Jabar memiliki jumlah penduduk terbanyak di Indonesia yakni 43 juta jiwa. Di bawahnya menyusul Jawa Timur (37,4 juta jiwa), dan Jawa Tengah (32,3 juta jiwa). Situs resmi Provinsi Jawa Barat mengklaim, masyarakatnya agamis dengan kekayaan warisan budaya dan nilai-nilai luhur tradisional, punya perilaku sosial berfalsafah silih asih, silih asah, silih asuh. Serta menjunjung semangat pepatah “Herang Caina Beunang Laukna (menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru atau prinsip saling menguntungkan).” Lanjutkan membaca ““Rapor Merah” Buat Jawa Barat”

%d blogger menyukai ini: