“Spirit Splashing Marathon Run 3 Metamorphosis For Victory”

• • • • • •
Keluarga Gratia !
Mari Ikuti dan Meriahkan :
“Spirit Splashing Marathon Run 3 Metamorphosis For Victory”
Bersama @sangkanpark “Sangkan Resort Aqua Park”
▪︎
▪︎
📍Bertempat di Sangkan Resort Aqua Park ,Jl.Raya Bandorasa KM12 ,Kuningan JawaBarat
▪︎
▪︎
Ikuti Kemeriahannya,Karena Akan Ada Beberapa Hiburan,Di Antaranya :
☆Live Music🎶
☆Band Performance🎶
☆Dj Performance🎶
☆Dance Performance👯‍♂️
☆Dan Ada Lebih Dari 100 Festival Kuliner🍽
▪︎
▪︎
Informasi Harga Tiket :
☆Tiket SSR3 Silver Rp.50.000,- + Medali Standard +Kaos
☆Tiket SSR3 Gold Rp.75.000,- + Medali Standar Powder
☆Tiket SSR Platinum Rp.200.000,- +Kaos +Medali 3D Powder
▪︎
▪︎
🤩Hadiah Utama 1 Unit Motor Untuk Anda !🤩
▪︎
▪︎
Jangan Sampai Terlewatkan Keseruannya :
🗓Minggu ,04 Desember 2022
▪︎
▪︎
Informasi Lebih Lengkapnya Silahkan Hubungi :
📞082.117.516.854
🌐ssr.sangkanpark.co.id

Iklan

Radio Suara Gratia Salurkan Bantuan Logistik ke Desa Cipakem Kuningan

Bantuan logistik yang sudah disalurkan untuk Desa Cipakem, Kuningan. (Foto: Dian)

(Suara Gratia) Kuningan – Radio Suara Gratia telah menyalurkan bantuan berupa kebutuhan logistik kepada para pengungsi akibat bencana alam di Desa Cipakem, Kuningan.  Bantuan tersebut di antaranya adalah makanan instan, bubur ayam instan, popok sekali pakai, pembalut, buku tulis, makanan ringan, minuman ringan dan air mineral.

Sekretaris Desa Cipakem, Armansyah, mengatakan ada 93 kepala keluarga (KK) yang mengungsi dari dusun Cigerut Kulon ke balai desa dengan total 312 jiwa.

“Kemudian yang mengungsi di sekolah ada 83 KK dengan total 264 jiwa,” kata dia ketika ditemui saat menyerahkan bantuan di Balai Desa Cipakem, Kuningan, hari Kamis (8/3).

Dia menyatakan dusun yang terdampak sudah tak bisa ditinggali karena ada kemungkinan pergeseran tanah bisa kembali terjadi sehingga beberapa warga ada yang tinggal di rumah-rumah penduduk di Dusun Cigerut Wetan.

Kepala Desa Cipakem Usi Sanusi menambahkan korban longsor juga akan mendapatkan bantuan dari pemerintah kabupaten berupa rumah hunian bersubsidi. Namun masih belum diketahui kapan akan dilaksanakan karena masih mencari lahan yang cocok untuk tempat tinggal.

“Dari pemerintah kabupaten kemarin sudah ada rencana untuk membangun rumah bagi warga terdampak,” kata dia.

Berdasarkan pantauan, akses jalan menuju Desa Cipakem ini memang sulit karena harus melalui jalan yang hanya bisa dua mobil, ada beberapa jalan yang retak dan aspal yang tak lagi mulus. Dibutuhkan waktu kurang lebih tiga jam dari Cirebon untuk bisa menuju desa tersebut. (Dian)

Jelang Ramadan, Polres Cirebon Akan Tindak Penimbun Bahan Pokok

Ilustrasi. Bahan pokok. (Foto: Diah A.R)

(Suara Gratia) Cirebon – Polres Cirebon, Jawa Barat, siap menindak tegas para penimbun juga pihak-pihak yang mengambil keuntungan kebutuhan barang pokok menjelang dan saat bulan Ramadan serta Lebaran.

“Kami harapkan menjelang ramadan dan lebaran tidak ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan berlebih terutama kebutuhan pokok dan seandainya ada sepekulan, penimbun maka akan kita tindak,” kata Kapolres Cirebon, AKBP Risto Samodra di Cirebon, seperti yang dilansir dari Kantor Berita Antara, hari Kamis (4/5).

Pihaknya beserta instansi terkait akan terus memonitor harga pangan, hal ini sesuai dengan amanat dari Presiden juga Kapolri dalam menjaga setabilitas harga.

Risto menuturkan sampai saat ini setelah dilakukan monitor beserta Badan Urusan Logistik (Bulog), Dinas Peridustrian Perdagangan (Indag) dan Pemerintah Kabupaten Cirebon harga komoditas pangan di Kabupaten Cirebon masih relatif terkendali, hanya saja ada beberapa kebutuhan yang sudah mulai naik.

“Tujuan kita adalah setabilitas harga, agar masyarakat bisa membeli sesuai dengan mekanisme pasar yang wajar,” tuturnya.

Risto menambahkan sesuai dengan instruksi Presiden, pihaknya langsung menindak lanjuti dengan membentuk satgas pangan.

Satgas ini akan memonitor komoditas tertentu dan jika ada kenaikan, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan operasi pasar.

“Kami juga sudah bentuk satgas pangan, ini merespon instruksi atasan,” katanya.

Menjelang Ramadan dan lebaran tahun-tahun sebelumnya, harga semua komoditas cenderung mengalami kenaikan, untuk itu pemerintah membentuk satgas pangan disetiap daerah, guna menekan dan memonitor harga di pasaran. (Diah)

Kebun Raya Kuningan Beroperasi Mulai November

Ilustrasi. Hutan Kota Mayasih. (Foto: Agus Panther/Radar Kuningan)

(Suara Gratia)Cirebon – Pemerintah Kabupaten Kuningan akan meresmikan Kebun Raya Kuningan (KRK) pada minggu ketiga bulan November mendatang. Peresmian ini awalnya akan dilakukan sebelum bulan November. Namun karena pembangunan fasilitas pendukung di KRK tersebut belum selesai, akhirnya Pemkab Kuningan memutuskan untuk meresmikannya di minggu ketiga bulan November setelah sebelumnya berkonsultasi dengan Bupati Kuningan, Acep Purnama.

“Ini (peresmian KRK) sudah final. Minggu ketiga November, Kebun Raya Kuningan bisa dikunjungi oleh masyarakat dan wisatawan. Kalau sebelum November dibuka, pembangunan fasilitasnya belum sepenuhnya rampung,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Amirudin seperti yang dilansir dari radarcirebon.com, hari Senin (8/5) di Kuningan.

Dengan demikian, wisatawan dan masyarakat sekitar Kuningan belum bisa menikmati KRK di Hari Raya Idul Fitri yang berada di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan.

KRK, lanjut dia, diharapkan dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD) yang besar. Apalagi lokasinya sangat strategis dan mudah diakses dari wilayah Cirebon dan Majalengka.

“KRK akan menjadi ikon baru Kabupaten Kuningan. Dengan panorama alam yang luar biasa ditambah mudahnya akses, tentu membuat wisatawan berbondong-bondong untuk berkunjung. Apalagi fasilitasnya juga representatif,” kata dia.

Selain KRK, pihaknya juga akan mengembangkan Hutan Kota Mayasih yang berada di Kelurahan/Kecamatan Cigugur. Misalnya, pembangunan fasilitas dan penanaman pohon di sekitar lokasi hutan kota.

“Untuk penataan membutuhkan anggaran tidak sedikit. Baik itu kebun raya maupun Hutan Kota Mayasih. Tapi sekarang, Hutan Kota Mayasih sudah menjadi destinasi wisata baru bagi masyarakat. Apalagi tiket masuknya cukup murah yakni Rp 5.000. Penataan itu dilakukan secara bertahap sesuai anggaran yang ada,” kata dia. (Diah)

%d blogger menyukai ini: