ADA KUASA DALAM PUJIAN – PDT. NANY SUSANTY

BERDOA DAN BEKERJA

Pdt. Nany Susantuly

PERTEMPURAN UNTUK KEBANGKITAN

Ayat Alkitab Harian

Pada tahun 2013, Fox News melaporkan bahwa latihan dalam buku pelajaran universitas melibatkan instruksi siswa untuk menulis nama Yesus di selembar kertas, meletakkan kertas di lantai, dan menginjaknya. Dalam satu kelas universitas Florida, semua siswa berpartisipasi—kecuali satu! Karena cinta dan kesetiaan kepada Yesus, dia tidak akan melakukannya.

Ini membawa kita untuk mengajukan pertanyaan berikut, ‘Mengapa ada orang, bahkan seorang ateis, setuju untuk melakukan hal seperti itu?’ Jawaban: karena terkadang kita melawan apa yang kita takuti. Ini disebut ‘hidup dalam penyangkalan’. Pikirkanlah: kebencian dan dendam biasanya berakhir di kuburan karena orang itu sudah mati dan tidak lagi memiliki kuasa atas kita. Jadi mengapa beberapa orang masih membenci Yesus? Takut! Jauh di lubuk hati mereka takut Dia hidup dan bahwa pengaruh-Nya di dunia sedang berkembang.

Dan pengaruh-Nya akan terus bertumbuh!
‘Seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya.’ (Yes 11:9) Kebenaran sejarah tentang kebangkitan Kristus tidak dapat dibantah oleh pikiran yang jujur dan terbuka. Tetapi bukti terbesar kebangkitan-Nya dapat dilihat dalam kehidupan yang diubah secara radikal. Paulus menulis: ‘Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.’ (Roma 8:10-11)

Penulis lagu Alfred Ackley mengatakannya seperti ini: ‘Anda bertanya kepada saya bagaimana saya tahu Dia hidup? Dia tinggal di dalam hatiku.’

Sumber :
Renungan Hari Ini

IDENTITAS ANDA MENENTUKAN WARISAN ANDA

Ketika tim olahraga favorit kita menang, kita berkata, ‘Kita menang!’ Apa maksudnya ‘kita’? Anda tidak berada di lapangan. Anda tidak melempar atau menendang bola. Anda bahkan tidak mencetak satu gol pun. Apa maksud ‘kita’menang? Maksud Anda, karena menang, Anda juga menang.

Ada kebenaran rohani yang penting di sini bagi Anda sebagai anak Allah yang ditebus. Ketika Yesus mati, Anda mati bersama-Nya. Ketika Yesus bangkit, Anda bangkit bersama- Nya untuk ‘berjalan dalam kehidupan yang baru.’ (Roma 6:4) Perbedaan antara Anda dan tim yang menang adalah bahwa Anda tidak akan pernah benar-benar menjadi bagian aktif darinya. Tetapi ketika Yesus menang di kayu salib dan Anda menerima Dia sebagai Juruselamat Anda, Allah menempatkan Anda ‘di dalam Kristus’. Hari ini Dia melihat Anda mengenakan kebenaran Kristus (lihat 2 Kor 5:21).

Paulus menjelaskannya seperti ini: ‘Roh sendiri bersaksi bersama roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah, dan jika anak- anak, maka ahli waris—pewaris Allah dan ahli waris bersama dengan Kristus.’ Apakah Anda mengerti? Sebagai anak Tuhan yang ditebus, Anda adalah ‘pewaris’ dari segala yang dimiliki Bapa surgawi Anda.

Dan itu menjadi lebih baik; kita juga ‘sesama ahli waris dengan Kristus’, artinya apa pun yang menjadi hak Yesus, kita juga berhak. Ketika Anda memahami kebenaran ini dan mulai berjalan menurutinya, Anda mulai mengidentifikasi dan mengklaim berkat-berkat yang Tuhan telah janjikan kepada Anda dalam Firman-Nya. Berkat-berkat ini mencakup hal-hal seperti kasih karunia, pengampunan, penyembuhan, penyediaan, bimbingan, kekuatan, dll. Identitas Anda di dalam Kristus memberi Anda hak untuk semua hal ini.

Sumber : Buku Renungan Hari Ini

Ayat Alkitab Harian

SEKALI SAJA KOK!

Chinmi, tokoh dalam komik Kungfu Boy, suatu hari melihat ada orang berbadan besar unjuk kekuatan.

Orang itu menantang, siapa pun yang dapat merobohkannya dalam sekali pukul akan mendapat uang.

Chinmi berniat mencobanya, tetapi sempat dicegah oleh seorang dokter yang juga ahli kungfu. “Hanya sekali saja kok!” ucap Chinmi mengabaikannya.

Berbekal kungfu peremuk tulang yang ia kuasai, Chinmi menjatuhkan orang itu. Semua orang berdecak kagum, kecuali dokter tersebut, yang menyayangkan kesombongan Chinmi.

Kesombongan adalah sikap yang membahayakan, begitu pula dengan sikap merasa kuat. Seperti yang dinasihatkan Paulus: “Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!” (1 Korintus 10:12).

Biasanya, orang yang merasa dirinya kuat, justru paling gampang jatuh. Ungkapan “Sekali saja, enggak apa-apa kok” tidak jarang terdengar dari mereka yang merasa hebat. Sekali saja mengisap rokok, sekali saja mengintip situs porno, sekali saja mencuri, dan seterusnya, dapat berakibat fatal. Kesalahan atau dosa yang dianggap sepele sering menjadi penyebab kejatuhan yang besar.

Sebisa mungkin, hendaknya kita tidak merasa terlalu kuat, terutama berkaitan dengan godaan dosa. Godaan dosa bekerja seperti lumpur isap yang akan menarik hidup kita ke bawah. Bersikap waspada adalah pilihan terbaik, jangan merasa kuat. Ingatlah bahwa kekuatan kita untuk hidup benar berasal dari Tuhan, bukan karena kehebatan kita.

RELAY IBADAH MINGGU

Shallom Keluarga Gratia yang terkasih, mari bergabung dalam Ibadah Spesial bersama Pdt. Nany Susanty pada :

Minggu, 20 Februari 2022
Ibadah Pagi : 07.00 WIB
LIVE DI 95.9 SUARA GRATIA FM

Streaming :
http://www.suaragratiafm.com/streaming

Sampai jumpa, Tuhan Yesus Memberkati

%d blogger menyukai ini: