NATAL ADALAH TENTANG KRISTUS

Ia dilahirkan di tempat yang paling sederhana, namun Surga di atas dipenuhi dengan nyanyian para malaikat. Tempat kelahirannya adalah kandang ternak, namun sebuah bintang membawa orang kaya dan bangsawan dari ribuan kilometer jauhnya untuk menyembah Dia. Kelahiran-Nya bertentangan dengan hukum kehidupan dan kematian-Nya bertentangan dengan hukum kematian, namun tidak ada mukjizat yang lebih besar daripada kelahiran-Nya, hidup-Nya, kematian- Nya, kebangkitan-Nya, dan ajaran- ajaran-Nya. Dia tidak memiliki ladang gandum atau perikanan, namun Dia menyediakan meja untuk 5.000 orang dan memiliki roti dan ikan sebagai cadangan. Dia tidak pernah berdiri di atas karpet mahal, namun Dia berjalan di atas air yang menopang-Nya. Penyaliban-Nya adalah kejahatan terjahat, namun dari sudut pandang Tuhan tidak kurang harga yang bisa memungkinkan penebusan kita. Ketika Dia mati, hanya sedikit yang meratapi kepergian-Nya, namun Tuhan menggantungkan jubah hitam di atas matahari. Mereka yang menyalibkan Dia tidak gentar dengan apa yang telah mereka lakukan, namun bumi berguncang di bawah mereka.

Dosa tidak pernah menyentuh Dia. Korupsi tidak dapat menguasai tubuh-Nya. Tanah yang memerah karena darah-Nya tidak dapat mengklaim debu-Nya. Selama lebih dari tiga tahun Dia memberitakan Injil. Dia tidak menulis buku, Dia tidak memiliki markas dan Dia tidak membangun organisasi. Namun
2.000 tahun kemudian Dia adalah tokoh sentral dari sejarah manusia, tema abadi dari semua khotbah, poros di mana zaman berputar, dan satu-satunya Penebus umat manusia. Pada musim perayaan dan pemberian hadiah ini, mari bergabung dengan orang-orang bijak yang ‘sujud dan menyembah Dia.’ Mari kita ingat, Natal adalah tentang—Kristus!

Sumber : Buku Renungan Hari Ini
Edisi : Minggu, 25 Desember 2022

RENUNGAN HARI INI
Iklan
%d blogger menyukai ini: