KEMENKES : TES PENENTU SEMBUH COVID-19 CUKUP SEKALI

Kementerian Kesehatan menetapkan test penentu kesembuhan warga terpapar covid-19 menjadi cukup satu kali tes pada H+5 setelah terkonfirmasi.

Menurut Kepala Kantor Transformasi Digital Kemenkes, Setiaji, jika hasil tes di H+5 itu negatif, maka status warga dalam aplikasi PeduliLindungi akan otomatis berubah dari hitam menjadi hijau.

Ketetapan itu, kata dia, berbeda dari ketentuan sebelumnya. Di mana warga harus melakukan tes dua kali, di H+5 dan H+6. Tes penentu juga hanya berlaku untuk tes covid-19 berbasis PCR. Ketentuan tes penentu ini efektif berlaku sejak kemarin malam.

Per kemarin, Indonesia mengalami penambahan 57.400an kasus positif virus korona.

Iklan

MENGAPA VAKSIN BOOSTER PENTING?

Munculnya varian baru Covid-19 Omicron membuat statistik penambahan kasus baru Covid-19 di seluruh dunia meningkat tajam. Varian Omicron jauh lebih menular dibanding varian lain. Meski jumlah kematian jauh lebih rendah dan infeksi paru tidak seperti Delta. Namun, kasus Omicron di beberapa negara seperti Amerika Serikat sangat tinggi. Akibatnya, ketersediaan rumah sakit pun melonjak.

Kasus Covid di Indonesia pun sudah mulai meningkat. Sepanjang 25-31 Desember 2021 lalu, rata-rata kasus baru Covid-19 masih berkisar 187 kasus per hari dan dari 4 Januari hingga 10 Januari 2022, rata-rata kasus baru Covid-19 sudah naik lebih dari dua kali lipat menjadi 459 kasus baru per hari.

Melihat ini, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) pada 12 Januari lalu secara gratis.

Lalu seberapa penting vaksinasi booster? Dan seberapa ampuh vaksinasi booster melawan varian baru Omicron?

BESOK kami bahas di #RuangPublikKBR bersama:
● Siti Nadia Tarmizi – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI
● dr. Dicky Budiman – Ahli Epidemiologi dari Griffith University Australia

Bisa didengarkan di radio jaringan KBR di Nusantara.

Streaming: http://www.suaragratiafm.com/streaming

SEBERAPA BAHAYA VARIAN OMICRON

RUANG PUBLIK KBR

Waspada  penularan varian Omicron karena kasus transmisi lokal terus bertambah hingga saat ini.

Seperti apa gejala yang dirasakan pada orang yang terpapar Omicron? Seberapa bahaya varian Omicron?

HARI INI kami bahas di #RuangPublikKBR bersama:
-Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting S. Sp.P(K) FCCP – Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan COVID-19

-Masdalina Pane – Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI).

Bisa didengarkan di radio jaringan KBR di Nusantara.

Streaming: KBR.id

LIVE Youtube’ Berita KBR

Obrolan ini dipersembahkan @palangmerah_indonesia ❤️殺 

Streaming :
http://www.suaragratiafm.com

%d blogger menyukai ini: