TUHAN SANGGUP MENGUBAHKAN KEADAAN

Kisah kehidupan Yusuf adalah contoh berharga bagi kita. Mengalami hal-hal buruk (dimasukkan sumur, dijual sebagai budak, dipenjara) bukanlah akhir perjalanan hidup Yusuf, namun merupakan bagian dari proses yang Tuhan ijinkan terjadi. Ketika Yusuf tetap setia menjalani proses dan tidak berontak kepada Tuhan, hal-hal luar biasa Tuhan nyatakan.

Keadaan Yusuf, yang secara manusia tanpa harapan, Tuhan ubah menjadi penuh harapan, bahkan hidupnya pun menjadi berkat bagi kaum keluarga dan bangsanya. “diutus-Nyalah seorang mendahului mereka: Yusuf, yang dijual menjadi budak. Mereka mengimpit kakinya dengan belenggu, lehernya masuk ke dalam besi, sampai saat firman-Nya sudah genap, dan janji TUHAN membenarkannya. Raja menyuruh melepaskannya, penguasa bangsa-bangsa membebaskannya. Dijadikannya dia tuan atas istananya, dan kuasa atas segala harta kepunyaannya,” (Mazmur 105:17-21).

Kunci agar tetap kuat di tengah penderitaan yang berat adalah jangan tawar hati, “Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.” (Amsal 24:10), tetap menjaga ucapan dengan selalu memperkatakan firman Tuhan, “demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” (Yesaya 55:11), dan arahkan pandangan hanya kepada Tuhan Yesus sumber pertolongan, bukan kepada yang lain.

Sekalipun keadaan sepertinya belum juga berubah, seperti berada di lembah-lembah kekelaman atau padang gurun, itu bukanlah akhir perjalanan hidup kita sebab kita masih punya pengharapan di dalam Tuhan, dan pengharapan di dalam Dia tidak pernah mengecewakan, Tuhan pasti sanggup mengubah keadaan dari yang tak mungkin menjadi mungkin, asalkan kita tetap hidup seturut kehendak-Nya.

“Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,” (Efesus 3:20)

Iklan

BOLEHKAH MENJADI TERKENAL?


Merebaknya penggunaan media sosial baik Instagram, TikTok, Youtube, Facebook, dan lain sebagainya, membuka peluang bagi siapa pun pada zaman sekarang ini untuk menjadi terkenal.

Lewat konten yang diunggah ke media sosial, baik disengaja maupun yang dilakukan oleh orang lain, seseorang bisa menjadi viral dan dikenal seantero negeri dalam waktu singkat.

Lalu, bolehkah orang Kristen menjadi terkenal atau terkemuka? Tidak ada ayat di dalam Alkitab yang melarang hal tersebut. Rasanya Tuhan pun tidak keberatan apabila ada seorang Kristen yang menjadi terkenal, tetapi tidak semua cara menuju ke sana boleh kita lakukan.

Alkitab bahkan memberitahukan resepnya, yakni belajarlah menjadi hamba untuk semuanya. Atau dengan kata lain, jika ingin menjadi terkemuka, belajarlah menjalani hidup dengan spirit kehambaan. Bidang pekerjaan yang kita tekuni boleh saja berbeda. Keahlian yang kita punya tak harus sama dengan orang lain. Namun, ketika kita memiliki hati yang suka melayani orang lain dan memberi yang terbaik, niscaya jalan menjadi terkemuka akan terbuka.

Namun, satu hal yang perlu diingat adalah bawalah misi untuk bersaksi dan memuliakan nama Tuhan, seiring dengan dikenalnya nama kita, entahkah lewat perkataan, sikap, maupun tindakan kita. Sekali lagi, menjadi terkemuka atau terkenal tidak ada larangan, tetapi hendaknya kita mengerti persis tujuan yang hendak kita capai, nama Tuhan dipermuliakan melalui hidup kita, tak sekadar menjadi terkenal atau demi alasan materi.

“dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.” (Markus 10:44)

UNSHAKEN KINGDOM

Keluarga Gratia!

Radio Suara Gratia goes around the world! We are here to reach the unreached and we are proud to introduce our program: Unshaken Kingdom.

This program will change your life with sermon, wise words, and English praise and worship.

We will serve you everyday from Monday to Sunday at 3-5 A.M.

Stay tuned…

%d blogger menyukai ini: