CHINESE NEW YEAR 2023

Join us on Chinese New Year All You Can Eat Buffet Dinner :

Chinese New Year – All You Can Eat
Saturday, 21 Jan 2022
6PM to 10PM
At Poolside & Wijaya Kusuma Restaurant, Bentani Hotel & Residence.
Special Price : IDR 150.000 / Nett / Person
With Live Performance “BARONGSAI”

Book your table now.
Whatsapp – 0853 2015 4675

CHINESE NEW YEAR ALL YOU CAN EAT BUFFET DINNER
Iklan

RENUNGAN HARI INI, KAMIS 19 JANUARI 2023

KISAH CYPRIANUS

Cyprianus, seorang bangsawan kaya yang hidup pada abad ketiga, menikmati duduk dalam kereta emas berhiaskan permata miliknya yang berlari kencang di sekitar Kartago (di Tunisia, Afrika Utara). Dia mengenakan pakaian mewah bertatahkan berlian dan batu mulia serta menjalani kehidupan yang bejat. Dalam sebuah surat kepada salah satu teolog Kristen pada masanya, Cyprianus mengatakan bahwa dia dapat membayangkan bagaimana ia dapat mengubah hidupnya—kehidupan yang telah dijalaninya sekian lama.

Kebiasaan, selera, dan keinginan yang telah dia bangun, dosa-dosa yang telah didekap didadanya, bagaimana mungkin ia melepaskan hal-hal ini? Bagaimana dia bisa menjadi seperti orang-orang Kristen yang dilihatnya? Cyprianus mengatakan itu tampaknya sama sekali tidak mungkin. Namun dalam pemeliharaan dan anugerah Tuhan yang misterius, apa yang tampaknya sangat mustahil terjadi dan Cyprianus diubahkan. Tuhan mengulurkan tangan dan mengeluarkan dari dada Cyprianus hati yang keras dan menempatkan di dalam dirinya hati yang berdaging—hati yang disetel untuk mengasihi menyanyikan pujian bagi TuhanNya. Cyprianus, yang kemudian menjadi salah satu pemimpin besar Kristen di gereja mula-mula, mengatakan hal-hal yang sebelumnya tampak sangat mustahil, misterius, dan sulit dipahami, semuanya menjadi jelas. Semua masalahnya telah hilang.

Anda berkata, ‘Tetapi saya tidak mengerti tentang kelahiran baru.’ Kabar baiknya adalah Anda tidak harus memahaminya. Anda hanya perlu percaya kepada Kristus dan dilahirkan kembali. Segala jenis orang, baik itu orang besar dan perkasa, bawahan dan orang rendahan, mulia dan tercela. Orang yang kejam dan pintar serta berpengalaman telah mengalami kuasa kelahiran kembali dari Allah dan menikmati hidup baru dalam Kristus.

Sumber : Buku Renungan Hari Ini
Edisi : Kamis, 19 Januari 2023
http://www.jappri.com/renungan

RENUNGAN HARI INI, RABU 18 JANUARI 2023

BERSIKAPLAH LEMBUT (4)

Ketika seseorang mengoreksi Anda, jadilah orang yang bisa diajar dan jangan tidak terjangkau. ‘Biarlah setiap orang cepat untuk mendengarkan tetapi lambat untuk menggunakan lidahnya, dan lambat untuk
kehilangan kesabaran.’ (Yakobus 1:19) Jika Anda melakukan 2 hal pertama, yang ke-3 secara alami akan terlaksana

‘Siapa pun yang bersedia dikoreksi akan dihormati.’ Gunakanlah telinga lebih dari mulut Anda, dan bersedia menerima koreksi. Orang bijak memiliki sikap ‘ajari saya’ dan mau belajar dari orang lain dan tahu pertanyaan
yang tepat untuk diajukan. Penting agar Anda tidak pernah berhenti mengajukan pertanyaan, karena saat Anda selesai belajar dalam hidup, Anda sudah lulus! Jadilah pribadi yang bisa diajar. Suami-suami, dapatkah Anda belajar dari istri Anda, atau apakah hal itu mengancam Anda? Ketika istri Anda memberi saran, apakah Anda bersikap membela diri dan menganggap setiap komentar sebagai ancaman bagi Anda? Istri-istri, bisakah anda belajar dari suamimu? Orang tua, dapatkah Anda belajar dari anak-anak Anda? Jika Anda ingin hidup berakhir dalam kesepian, jangan pernah mengakui kesalahan Anda, jangan pernah belajar dari siapa pun, dan jangan biarkan siapa pun mengajari apapun kepada Anda. Sudah berapa lama sejak Anda mengaku kepada pasangan Anda, ‘Sayang, saya salah; itu salahku’? Beberapa orang tidak mengatakan hal itu selama bertahun-tahun.

Alkitab mengatakan, ‘Terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu.’ (Yakobus 1:21) Kata ‘rendah hati’ di sini berarti ‘lembut’. Ketika Anda mendekati Firman Tuhan, Anda harus mendekati Nya
dengan sikap lembut, atau rendah hati, yang mengatakan, ‘Tuhan, saya bersedia diajar.’

Sumber : Buku Renungan Hari Ini
Edisi : Rabu, 18 Januari 2023

RENUNGAN HARI INI

RENUNGAN HARI INI, SELASA 17 JANUARI 2023

BERSIKAPLAH LEMBUT (3)

Ketika seseorang tidak setuju dengan Anda, Bersikaplah lembut tanpa menyerah. Anda akan selalu bertemu dengan orang-orang yang suka berdebat dan bertengkar. Beberapa orang akan menentang semua yang Anda katakan. Bagaimana Anda harus menanggapi mereka? Salah satu ujian kedewasaan rohani adalah bagaimana Anda memperlakukan mereka yang tidak setuju dengan Anda. Beberapa orang berupaya untuk menghancurkan siapa pun yang tidak setuju dengan mereka. Jika Anda menantang mereka atau menawarkan sebuah perbandingan, orang-orang tersebut akan menanggapi sebagai sebuah serangan pribadi. Anda memiliki tiga alternatif:

(1) mundur dalam ketakutan. Banyak orang memilih rute ini karena mereka belum mengembangkan kemampuan untuk merespons dengan lembut. Jadi, jika Anda adalah orang yang ‘suka damai apapun harganya’, akan ada harga tersembunyi dalam hubungan yang paling penting di hidup Anda.

(2) bereaksi dalam kemarahan. Kemarahan sering kali merupakan pertanda bahwa Anda merasa tidak aman dan terancam oleh ketidak setujuan seseorang. Inilah lampu peringatan yang memberitahu Anda bahwa Anda akan kehilangan sesuatu, seringkali itu adalah harga diri Anda. Saat kita marah, seringkali kita menjadi sinis dan menyerang harga diri orang lain.

(3) menanggapi dengan lembut. ‘Jawaban yang lembut menenangkan kemarahan, tetapi jawaban yang kasar membangkitkannya.’ Inilah jenis respons yang membutuhkan keseimbangan yang baik antara mempertahankan hak Anda untuk berpendapat, sambil tetap menghormati hak orang lain atas pendapat mereka. Hal ini membutuhkan kelembutan tanpa melepaskan pendirian Anda. Terkadang Anda harus mempertahankan pendirian Anda. Tetapi Anda perlu menjawab pertanyaan ini: ‘Apakah hubungan kita lebih penting dari pada pendapat yang saya coba buktikan?’

Sumber : Buku Renungan Hari Ini
Edisi : Selasa, 17 Januari 2023
http://www.suaragratiafm.com

Wali Kota Cirebon Drs. Nashrudin Azis, S.H. Berikan Apresiasi Atas Kinerja Polri

POLRES CIREBON KOTA,- Wujud dukungan pemerintah Kota Cirebon terhadap kinerja Polri di sampaikan oleh Wali Kota Cirebon Drs. Nashrudin Azis, S.H. senin (16.01.23).

“Polri sudah bekerja dengan keras demi saat ini. Banyak kasus besar dan viral ditangani dengan baik. Salah satunya Sebanyak 76,7 persen publik puas kinerja Polri ungkap kasus Brigadir J”, kata Wali Kota Cirebon Drs. Nashrudin Azis, S.H.

Kami sangat bangga dengan pencapaian kinerja Polri yang bertujuan untuk menciptakan good governance .

Lanjut Azis “Polri harus tetap berkomitmen menjalankan fungsi melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat sebaik-baiknya. Polri yang presisi dan profesional, akan meningkatkan kepercayaan masyarakat yang semakin tebal menjadi dasar kokoh terciptanya kamtibmas di seluruh pelosok Nusantara”.

“Polri yang Presisi mampu bikin polisi makin dicintai”. Ungkapnya didampingi kapolres Cirebon Kota AKBP Ariek Indra sentanu, SH.S.IK.MH.

Seperti diketahui hubungan sinergitas terjalin dengan baik antara pihak Polres Cirebon Kota dengan pemerintahan Kota Cirebon. Pungkas Kasi humas Polres Cirebon Kota Iptu Ngatidja, SH.MH.

PRESTASI FAJAR/RIAN

Prestasi FaJri di tahun 2022 dan 2023

磊Winner Swiss Open S300
賂Runner-up Korea Open S500
雷Perunggu BAC
賂Runner-up Thailand Open S500
磊Winner Indonesia Master S500
賂Runner-up Malaysia Open S750
磊Winner Malaysia master S500
Runner-up Singapore Open S500
Perunggu BWC 2022
Winner Denmark Open S750
Semi Final WTF 2022
Winner Malaysia Open 2023  S1000

Once again, congrats…
Next India Open & Indonesia Masters 2023
You two deserved it ❤️

FAJAR/RIAN JUARA MALAYSIA OPEN 2023

RENUNGAN HARI INI, SENIN 16 JANUARI 2023

BERSIKAPLAH LEMBUT (2)

Ketika seseorang membuat Anda kesal atau kecewa, Tuhan mengharapkan Anda untuk berbaik hati kepada mereka dari pada menghakimi. Alkitab mengatakan, ‘Kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu kejalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.’ (Galatia 6:1) Anda berkata, ‘Jika saya dicobai bagaimana?’ Ketika anda dicobai untuk menghakimi atau mengatakan saya ‘lebih suci darimu’. Itu adalah tanggapan yang salah.’

Terimalah orang yang imannya lemah, tanpa pertengkaran.’ Alih-alih mengkritik kesalahan mereka, Anda seharusnya membantu memperkuat iman mereka. Pada saat anda mulai menghakimi orang lain saat itulah anda sendiri membuka diri terhadap serangan setan pada kelemahan Anda.

Apakah Anda bereaksi, ‘Sudah kubilang kan,’ atau ‘Aku tau ini akan terjadi,’ atau ‘Rasain,’ atau ‘Bodoh sekali?’ Reaksi yang Yesus tunjukkan terhadap wanita yang ketahuan berzinah halus dan penuh kasih sayang. Dia membela wanita itu di depan umum, lalu memulihkannya secara empat mata. Yesus ramah, Ia tidak menghakimi. Mengapa Anda harus berusaha untuk tidak menghakimi? Karena Begitulah cara Kristus memperlakukan Anda. ‘

Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.’ (Roma 15:7) Jika Tuhan bersabar dengan ketidaktaatan dan kelemahan-kelemahan yang anda miliki, Anda juga dapat belajar untuk bersabar terhadap kekurangan orang lain bukan? Kapan pun Anda tergoda untuk menghakimi orang lain, berhentilah sejenak dan ingatlah betapa Tuhan telah mengampuni Anda. Semakin Anda mengenali anugerah Tuhan kepada Anda, semakin Anda akan menjadi ramah kepada orang lain

Sumber : Buku Renungan Hari Ini
Edisi : Senin, 16 Januari 2023
http://www.jappri.com/renungan

RENUNGAN HARI INI, MINGGU 15 JANUARI 2023

BERSIKAPLAH LEMBUT (1)

Kata Yunani untuk kelembutan berarti kendali’. menggambarkan seekor kuda liar yang telah dijinakkan. Bukan berarti lemah dan cengeng. Hanya dua orang dalam Alkitab yang disebut lembut—Musa dan Yesus—keduanya kuat. Kelembutan menahan reaksi Anda. Hal tersebut membuat anda memilih menanggapi kepada orang lain daripada hanya bereaksi terhadap mereka. Mari kita lihat apa artinya menjadi lembut.

Ketika seseorang melayani Anda, bersikaplah bijaksana dan tidak menuntut. Paulus menulis, ‘Janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.’ (Filipi 2:4) Bagaimana Anda memperlakukan pelayan toko, sopir taksi, karyawan, petugas polisi, dan orang lain yang melayani Anda? Apakah Anda kasar dan sulit? Apakah Anda adalah orang yang menjaga jarak dan seolah-olah mereka hanya ‘bagian dari mesin’? Apakah Anda menyadari bahwa mereka juga mungkin mengalami hari yang sulit, atau apakah Anda hanya memikirkan diri sendiri?

Cara pertama Anda mengembangkan kelembutan adalah mencoba memahami mereka yang melayani Anda. Dan tempat pertama dimana Anda harus bersikap lembut adalah di rumah. Alkitab memberitahu istri untuk menghiasi diri mereka sendiri dengan ‘roh yang lemah lembut.’ (1 Petrus 3:4) Petrus hanya mengatakan bahwa kelembutan bisa lebih menarik daripada pakaian atau perhiasan apa pun yang Anda pilih untuk dikenakan. Untuk para suami, katanya, ‘Hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah!’ (1 Petrus 3:7) Jika Anda biasanya tidak peka dan sombong, Anda harus berusaha keras dalam hal ini. Alkitab mengatakan Anda harus ada pengertian, tidak menuntut, terhadap orang-orang yang melayani anda dan orang-orang yang tinggal bersama Anda.

Sumber : Buku Renungan Hari Ini
Edisi : Minggu, 15 Januari 2023
http://www.jappri.com/renungan

RENUNGAN HARI INI, SABTU 14 JANUARI 2023

JADILAH BIJAKSANA, JANGAN KATAKAN APA-APA!

Kisah ini menceritakan tentang seorang kakek kaya yang pergi ke dokternya untuk dipasangi alat bantu dengar khusus. Perangkat itu tidak hanya memungkinkannya untuk mendengar dengan sempurna, tetapi
juga disembunyikan sehingga tidak ada yang bisa melihatnya. Ketika dia kembali untuk kunjungan lanjutan, dokter berkata, ‘Keluarga Anda pasti senang mengetahui bahwa sekarang Anda dapat mendengar.’ Kakek itu berkata, ‘Yah, saya belum memberi tahu mereka tentang alat bantu dengar saya. Saya hanya duduk-duduk dan mendengarkan percakapan mereka dan saya sudah mengubah wasiat saya tiga kali!’ Alkitab berkata, ‘Orang yang bijaksana menahan lidahnya.’ Ini bukan hanya hukum tentang berbicara, ini juga adalah hukum sains. Peluang memasukkan makanan ke dalam mulut Anda bertumbuh secara eksponensial semakin sering Anda membukanya. Dengan kata lain, potensi untuk mengatakan hal yang salah meningkat secara proporsional dengan jumlah kata yang Anda ucapkan. Perhatikan, orang yang biasa memberikan uang ‘koin’ sering mengatakan sesuatu yang bernilai kecil, atau kurang?

Penulis Amsal mengatakan, ‘Kau lihat orang yang cepat dengan kata-katanya; harapan lebih banyak bagi orang bebal dari pada bagi orang itu.’ (Amsal 29:20) Suatu hari seorang pria berjalan ke toko hewan peliharaan, di mana burung beo berwarna-warni sedang duduk bertengger. Pria itu memandang burung itu, dan dengan nada sombong bertanya, ‘Hei, bodoh, bisakah kamu berbicara?’ Dengan takjub, burung beo itu menjawab, ‘Ya, bodoh, bisakah kamu terbang?’

Mengapa Tuhan mengatakan begitu banyak tentang pelanggaran lidah? Karena ketika anda berbuat dosa dengan lidah, Anda menyinggung Tuhan, mempengaruhi orang lain, dan menyakiti diri Anda.

Sumber : Buku Renungan Hari Ini 2023
Edisi : Sabtu, 14 Januari 2023
http://www.jappri.com/renungan

%d blogger menyukai ini: