AYAT ALKITAB HARIAN, 13 FEBRUARI 2022

Alkitab menyatakan bahwa situasi akhir zaman akan sama seperti zaman Sodom, Gomora, dan zaman Nuh, di mana dosa seks (percabulan) dan kejahatan begitu merajalela. “Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.” (Lukas 17:26-29).

Sekarang ini kejahatan seksual semakin hari semakin meningkat: pelecehan seksual, pencabulan bahkan terhadap anak di bawah umur, pemerkosaan, maupun penyimpangan seksual. Tertulis: “…isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.” (Roma 1:26-27). Situasi serupa juga terjadi di Korintus di masa pelayanan rasul Paulus. Kemerosotan moral mengakibatkan orang kehilangan perasaan berdosa dan menganggap dosa seksual sebagai hal yang biasa dan lagi ngetren.

Rasul Paulus memperingatkan bahwa “…tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.” (ayat 13). Karena itu “…matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).” (Kolose 3:5-6). Bila ingin hidup tidak bercacat dan tidak bernoda di hadapan Tuhan, tidak ada jalan lain, selain harus menjaga kekudusan hidup dan menjauhkan diri dari segala kecemaran.

Orang percaya dipanggil untuk melakukan apa yang kudus, bukan yang cemar!

Sumber :
Renungan & Ilustrasi Kristen

Iklan

PROSES YANG MENJADI POLESAN

Ayat Alkitab Harian

Anak-anak pilihan akan melalui berbagai macam proses agar iman percaya mereka dapat tumbuh lebih kuat dan lebih kokoh lagi sehingga dapat berdiri teguh di dalam Yesus. Semacam sebuah audisi dan kita semua mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi kontestan. Kita dipilih dan diambil dari latar belakang kehidupan yang berbeda-beda. Seseorang dengan banyak menghadapi berbagai macam permasalahan dan beban hidup, ketika ia bisa menyelesaikan setiap tantangan di dalam kehidupannya dengan mengundang Yesus hadir sebagai Penasihatnya, sebagai Gurunya, dan sebagai Gembalanya, maka ia akan keluar sebagai pemenang.

Dengan takut akan Tuhan, anak-anak pilihan akan dibekali dengan hikmat, pengetahuan, dan kekuatan dari Tuhan untuk menghadapi berbagai macam tantangan. Kita diperlengkapi dengan Alkitab yang menjadi pedoman hidup.”Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7).

Cobalah dalam keadaan hancur remuk, menangislah sungguh-sungguh kepada Yesus, mintalah Yesus hadir dengan persembahan hati kita yang hancur remuk berurai air mata. Dengan banyak tantangan yang kita hadapi, membuat kita semakin bertekun dan semakin dekat dengan Allah, di situlah kita akan melatih mata hati kita melihat hal-hal yang tidak dapat dilihat dan dirasakan oleh mereka yang belum mengalami proses dan polesan di dalam Yesus.

Sumber :
Renungan & Ilustrasi Kristen

TUHAN SANGGUP MENGUBAHKAN KEADAAN

Kisah kehidupan Yusuf adalah contoh berharga bagi kita. Mengalami hal-hal buruk (dimasukkan sumur, dijual sebagai budak, dipenjara) bukanlah akhir perjalanan hidup Yusuf, namun merupakan bagian dari proses yang Tuhan ijinkan terjadi. Ketika Yusuf tetap setia menjalani proses dan tidak berontak kepada Tuhan, hal-hal luar biasa Tuhan nyatakan.

Keadaan Yusuf, yang secara manusia tanpa harapan, Tuhan ubah menjadi penuh harapan, bahkan hidupnya pun menjadi berkat bagi kaum keluarga dan bangsanya. “diutus-Nyalah seorang mendahului mereka: Yusuf, yang dijual menjadi budak. Mereka mengimpit kakinya dengan belenggu, lehernya masuk ke dalam besi, sampai saat firman-Nya sudah genap, dan janji TUHAN membenarkannya. Raja menyuruh melepaskannya, penguasa bangsa-bangsa membebaskannya. Dijadikannya dia tuan atas istananya, dan kuasa atas segala harta kepunyaannya,” (Mazmur 105:17-21).

Kunci agar tetap kuat di tengah penderitaan yang berat adalah jangan tawar hati, “Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.” (Amsal 24:10), tetap menjaga ucapan dengan selalu memperkatakan firman Tuhan, “demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” (Yesaya 55:11), dan arahkan pandangan hanya kepada Tuhan Yesus sumber pertolongan, bukan kepada yang lain.

Sekalipun keadaan sepertinya belum juga berubah, seperti berada di lembah-lembah kekelaman atau padang gurun, itu bukanlah akhir perjalanan hidup kita sebab kita masih punya pengharapan di dalam Tuhan, dan pengharapan di dalam Dia tidak pernah mengecewakan, Tuhan pasti sanggup mengubah keadaan dari yang tak mungkin menjadi mungkin, asalkan kita tetap hidup seturut kehendak-Nya.

“Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,” (Efesus 3:20)

RENUNGAN HARI INI, EDISI 2022

Marilah ikut terlibat dalam pelayanan bersama dengan Radio Suara Gratia 95.9FM Cirebon

Jappri dan UCB Indonesia telah menerbitkan sebuah buku spesial yang menyediakan makanan rohani kita.

Buku Renungan Hari Ini Edisi 2022 adalahh sebuah buku renungan yang membantu kita bertumbuh di dalam Yesus, menjadi serupa dengan-Nya dan menjadi berkat bagi dunia.

Keluarga Gratia juga dapat mengirimkan donasi, untuk mendukung penyebaran berkat melalui Renungan Hari Ini di edisi berikutnya.

Untuk pemesanan dan info lebih lanjut, hubungi CALL CENTER RADIO SUARA GRATIA :
Office : 0231.230816
WA : 0817.222.959

%d blogger menyukai ini: