RUANG PUBLIK KBR

Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) tidak masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2023.

Keputusan itu diambil saat Badan Legislasi DPR menggelar rapat kerja bersama dengan Kementerian Hukum dan HAM dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pertengahan bulan lalu.

Pasal-pasal RUU Sisdiknas sendiri dianggap belum mengakomodasi dengan baik kebutuhan para guru untuk  melaksanakan tugasnya secara profesional. Salah satu poin yang disorot adalah hilangnya pasal yang mencantumkan soal tunjungan profesi guru secara eksplisit dalam RUU Sisdiknas versi draft Agustus 2022.

Lantas seperti apa skema yang bisa dibuat pemerintah agar kesejahteraan guru di tanah air meningkat? Apa saja pekerjaan rumah yang masih harus dibenahi terkait kompetensi dan kesejahteraan para guru ini?

HARI INI kami bahas di  #RuangPublikKBR  bersama  Dudung Abdul Qodir, Wakil Sekjen Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) dan Achmad Nur Hidayat, Pengamat Kebijakan Publik dari Narasi Institut.

Bisa Anda dengarkan di 100 radio jaringan KBR di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua

Di Cirebon via RADIO SUARA GRATIA FM

Iklan

RUANG PUBLIK KBR

Sabtu lalu pemerintah resmi menaikkan harga tiga jenis BBM yakni pertalite, solar, dan pertamax

Menurut Jokowi, alasannya berkaitan dengan kenaikan harga minyak dunia dan membengkaknya anggaran subsidi dan kompensasi BBM.

Seelain itu kata Jokowi, 70 persen subsidi BBM justru dinikmati oleh kelompok masyarakat mampu yang memiliki mobil pribadi. Pemerintah pun menyiapkan bantuan sosial bagi masyarakat sebesar Rp24,17 triliun untuk kompensasi kenaikan BBM subsidi.

Tapi cukupkah kompensasi ini menahan dampak yang ditimbulkan oleh kenaikan harga BBM?

Seperti apa dampak kenaikan harga BBM ini terhadap ekonomi kerakyatan setelah dihantam krisis akibat Pandemi Covid 19?

BESOK kami bahas di Ruang Publik KBR, bersama Awan Santosa, Dosen Fakultas Ekonomi dan Kepala Pusat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Kerjasama Universitas Mercu Buana Yogyakarta dan Muhammad Andri Perdana, Peneliti Center of Economic and Law Studies (CELIOS).

Bisa didengarkan di radio jaringan KBR di Nusantara.

Di Cirebon via SUARA GRATIA 95.9FM

LIVE YouTube: Berita KBR

RUANG PUBLIK KBR

• • • • • •
Suka pake batik?

Batik merupakan bagian dari budaya bangsa Indonesia yang memiliki nilai seni tinggi.
 
Pada 2009, UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia. Sebagai budaya yang penuh nilai filosofis tentu saja batik harus kita lestarikan bersama. Salah satu cara untuk melestarikan batik adalah dengan melibatkan generasi muda untuk memproduksi batik.

Nah, ada “Komunitas Pembatik Cilik” besutan @ypamdr_astra.

Komunitas ini terdiri dari siswa pilihan lintas sekolah binaan yang terpilih dari minat dan bakat khusus mereka dalam membatik, serta sebagai upaya nyata dalam memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri, meningkatkan kreativitas dan kecakapan hidup, serta melestarikan identitas budaya batik sejak dini.
 
Lalu seperti apa Komunitas Pembatik Cilik ini? Apa latar belakang dibentuknya dan tujuan utama YPA-MDR dalam membentuk komunitas ini?

BESOK kami obrolin di #RuangPublikKBR bersama:
-Dwi Kinasih Muliarta – Project Manager Komunitas Pembatik Cilik
-Sumarni – Guru Binaan YPA-MDR, SDN Jigudan Bantul

Bisa didengarkan di radio jaringan KBR di Nusantara. Di Jakarta via @1042mstrifm.

Streaming: KBR.id

LIVE Youtube: Berita KBR

RUANG PUBLIK, SELASA 26 JULI 2022

Ruang Publik KBR

Udah pada tahu belum kalau Nomor Induk Kependudukan atau NIK menjadi Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP.

Nah, seperti apa pengaturan NIK menjadi NPWP ini?

HARI INI kami obrolin di #RuangPublikKBR bersama Giyarso – Fungsional Penyuluh Pajak Ahli Muda Direktorat Jendral Pajak @DitjenpajakRI

Bisa didengarkan di radio jaringan KBR di Nusantara.

#Radion #SuaraGratiaFM #RuangPublik #DialogPublik #KBR

MELEWATI GARIS ‘BAGAIMANA JIKA’

Saat Anda semakin dekat dengan Tuhan, terkadang Anda akan menemukan diri Anda mengalami tantangan iman yang serius. Karena salah satu andalan paling umum kita adalah uang, di sinilah kita akan sering diuji. ‘Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan.’ (Yak 1:12)

Inilah saat-saat ketika kita harus menghadapi kebenaran tentang perlindungan sejati kita di saat-saat sulit: apakah itu Tuhan atau uang? Dan pada saat itu, Tuhan akan mendorong kita untuk keluar dari zona nyaman kita dalam hal kedermawanan. Ketika kita memiliki persediaan uang yang bagus dan rapi, kita dapat merasa aman—tetapi itu adalah rasa aman yang palsu. Kecuali Tuhan adalah penyedia kita, kita tidak memiliki apa- apa. Sekarang ini bukan untuk mendorong pengambilan risiko atau tidak bertanggung jawab dengan uang. Ini untuk mengatakan bahwa, jika Tuhan menekankan pada Anda perlunya bermurah hati dalam keadaan tertentu, jika Dia mengetuk berulang kali pada pikiran Anda dengan mengatakan ‘memberi’, maka jangan abaikan ketukan-Nya.

Sebagian besar kita ragu untuk melakukan apa yang Tuhan minta karena perasaan ‘bagaimana jika’. Bagaimana jika saya tidak punya cukup uang untuk sewa? Bagaimana jika saya tidak dapat membayar perbaikan mobil? Atau tagihan telepon? Jika Anda telah menabung untuk ini dan Tuhan sedang meregangkan Anda untuk bermurah hati dengan sisanya, jangan khawatir bahwa tagihan akan menumpuk. Jika Anda telah membuang-buang uang, Tuhan memanggil Anda kembali ke penatalayanan yang baik, sehingga Anda bisa menjadi murah hati. Dia memberi kita ‘benih’ uang untuk satu tujuan: menabur, menanam. Jika kita membuka telapak tangan kita dan membiarkan benih itu terbang, kita tidak akan pernah tahu buah apa yang akan Dia hasilkan darinya.

Sumber : Buku Renungan Hari Ini
Edisi : Kamis, 16 Juni 2022

%d blogger menyukai ini: