RUANG PUBLIK, SELASA 26 JULI 2022

Ruang Publik KBR

Udah pada tahu belum kalau Nomor Induk Kependudukan atau NIK menjadi Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP.

Nah, seperti apa pengaturan NIK menjadi NPWP ini?

HARI INI kami obrolin di #RuangPublikKBR bersama Giyarso – Fungsional Penyuluh Pajak Ahli Muda Direktorat Jendral Pajak @DitjenpajakRI

Bisa didengarkan di radio jaringan KBR di Nusantara.

#Radion #SuaraGratiaFM #RuangPublik #DialogPublik #KBR

MELEWATI GARIS ‘BAGAIMANA JIKA’

Saat Anda semakin dekat dengan Tuhan, terkadang Anda akan menemukan diri Anda mengalami tantangan iman yang serius. Karena salah satu andalan paling umum kita adalah uang, di sinilah kita akan sering diuji. ‘Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan.’ (Yak 1:12)

Inilah saat-saat ketika kita harus menghadapi kebenaran tentang perlindungan sejati kita di saat-saat sulit: apakah itu Tuhan atau uang? Dan pada saat itu, Tuhan akan mendorong kita untuk keluar dari zona nyaman kita dalam hal kedermawanan. Ketika kita memiliki persediaan uang yang bagus dan rapi, kita dapat merasa aman—tetapi itu adalah rasa aman yang palsu. Kecuali Tuhan adalah penyedia kita, kita tidak memiliki apa- apa. Sekarang ini bukan untuk mendorong pengambilan risiko atau tidak bertanggung jawab dengan uang. Ini untuk mengatakan bahwa, jika Tuhan menekankan pada Anda perlunya bermurah hati dalam keadaan tertentu, jika Dia mengetuk berulang kali pada pikiran Anda dengan mengatakan ‘memberi’, maka jangan abaikan ketukan-Nya.

Sebagian besar kita ragu untuk melakukan apa yang Tuhan minta karena perasaan ‘bagaimana jika’. Bagaimana jika saya tidak punya cukup uang untuk sewa? Bagaimana jika saya tidak dapat membayar perbaikan mobil? Atau tagihan telepon? Jika Anda telah menabung untuk ini dan Tuhan sedang meregangkan Anda untuk bermurah hati dengan sisanya, jangan khawatir bahwa tagihan akan menumpuk. Jika Anda telah membuang-buang uang, Tuhan memanggil Anda kembali ke penatalayanan yang baik, sehingga Anda bisa menjadi murah hati. Dia memberi kita ‘benih’ uang untuk satu tujuan: menabur, menanam. Jika kita membuka telapak tangan kita dan membiarkan benih itu terbang, kita tidak akan pernah tahu buah apa yang akan Dia hasilkan darinya.

Sumber : Buku Renungan Hari Ini
Edisi : Kamis, 16 Juni 2022

RUANG PUBLIK KBR

Remaja mengalami masa pertumbuhan dari usia anak menuju dewasa yang membentuk setiap sosoknya menjadi unik. Masa ini biasa disebut sebagai masa pubertas, yang bisa menjadi masa-masa menantang sekaligus membingungkan dalam kehidupan remaja mana pun.

Jika remaja tersebut memiliki ragam disabilitas maupun OYPMK (orang yang pernah mengalami kusta), pubertas dapat lebih menantang tidak hanya bagi remaja itu sendiri namun juga keluarga, lingkungan, guru serta pendampingnya.

Pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi khususnya bagi remaja masih merupakan hal tabu untuk diperbincangkan di ranah publik.

Padahal, Hak kesehatan seksual dan reproduksi merupakan hak bagi setiap orang tak terkecuali orang yang pernah mengalami kusta dan penyandang disabilitas.

Lalu, apa saja hak-hak kesehatan seksual dan reproduksi bagi OYPMK dan remaja disabilitas yang perlu diketahui?

Bagaimana menyiapkan remaja dengan ragam disabilitas maupun OYPMK agar mampu menghadapi masa pubertasnya dengan sehat, bahagia, bebas dari rasa takut?

NLR Indonesia melalui #RuangPublikKBR membahas topik Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi bagi OYPMK dan Remaja Disabilitas
Rabu, 25 Mei 2022
Pukul 09.00 – 10.00 WIB
bersama:
– Nona Ruhel Yabloy, Project Officer HKSR, @NLRIndonesia
– Westiani Agustin, Founder Biyung Indonesia
– Wihelimina Ice, Remaja Champion Program HKSR
-@RizalKith – Host

Dapat didengarkan di radio jaringan KBR di Nusantara.

Streaming: KBR.id

Live Youtube: Berita KBR

RUANG PUBLIK KBR

Hingga saat ini pasien TBC di Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan, bukan sekedar masalah aspek kesehatan, namun juga stigma dan diskriminasi.

Permasalahan yang dialami pasien TBC berkaitan dengan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, stigma, diskriminasi, di antaranya hak atas informasi, hak atas partisipasi dan hak atas pekerjaan.

Termasuk dalam aspek ekonomi terkait berkurangnya pendapatan rumah tangga selama masa pengobatan. Untuk itu dibutuhkan peran serta kolaborasi antara masyarakat dan pemangku kepentingan lintas sektor dalam mendukung proses eliminasi TBC tahun 2030.

Bagaimana agar pasien TB mengetahui haknya? Apa saja yang harus mereka dapatkan?

BESOK kami bahas di #RuangPublikKBR pukul 9-10 WIB bersama:
-DR. Dr. Heidy Agustin Sp.P(K) – Tim Ahli klinis TB MDR (Multi Drug Resistant), @RSUPPersahabatan

-Heny Prabaningrum MPA, MSc – National Program Director, PR Komunitas Konsorsium Penabulu-Stop TB Partnersip Indonesia (STPI)  @stoptbindonesia

Dilanjutkan dengan Konferensi Pers Peringatan Hari TB Sedunia 2022 dengan harapan terwujudnya ketersediaan, keterjangkauan, penerimaan, dan kualitas pelayanan kesehatan dan terciptanya kondisi yang mendukung bagi pasien TBC.

Bisa dengarkan di radio jaringan KBR di Nusantara.

Di Cirebon via RADIO SUARA GRATIA 95.9FM

Streaming: KBR.id

LIVE Youtube: Berita KBR

Obrolan ini dipersembahkan @poptb.indonesia @stoptbindonesia

#KBR #Radio #Talkshow #TBC #Batuk #KetahuiHakmu #PopTB 

%d blogger menyukai ini: