Radio Suara Gratia Salurkan Bantuan Bagi Korban Banjir di Desa Wanakaya

Pemberian bantuan logistik kepada Desa Wanakaya RW 02 Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, hari Selasa (13/3). (Foto: Dian)

(Suara Gratia) Cirebon – Radio Suara Gratia telah menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Desa Wanakaya Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon, hari Selasa (13/3). Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dari pendengar Suara Gratia melalui donasi yang berupa susu kotak, nasi bungkus, air mineral dan makanan ringan.

Salah satu desa yang mendapatkan bantuan dari Radio Suara Gratia adalah Desa Wanakaya RW 02 Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon. Tidak seperti di RW 01 yang sudah mulai surut, air masih tergenang di ujung gang masuk RW 02 dengan ketinggian muka air sekitar 3 cm. Kemudian air makin dalam mencapai lutut orang dewasa hingga kantor balai desa yang terletak di ujung desa tersebut.

Petugas balai desa, Surya, mengatakan banjir yang menerjang desanya tersebut sudah mulai surut meskipun tinggi muka air masih selutut orang dewasa. Sebelumnya, dia mengatakan air kiriman tersebut masuk ke rumah-rumah warga hingga mencapai 1-1,5 meter.

“Beberapa warga ada yang masih di tempat penampungan. Namun sebagian besar sudah kembali ke rumah untuk beres-beres rumah karena sudah mulai surut,” kata dia.

Kantor balai desa pun juga ikut menjadi korban. Beberapa dokumen penting seperti kartu keluarga (KK) ikut terendam.

Menurut Ketua RW 01 Desa Wanakaya Zaenal Abidin, banjir kiriman tersebut adalah yang terparah sejak enam tahun yang lalu.

“Air masuk sekitar satu meter lebih. Banjir terparah memang di Desa Wanakaya RW 01, 02 dan 03,” kata dia.

Namun, beberapa warga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing karena air sudah surut. (Dian)

Iklan

Tubuh Sebagai Doa

Ilustrasi. Berlutut. (Foto: Istimewa)

“Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi namaMu.” Mazmur 63:5

Alkitab penuh dengan apa yang bisa disebut doa tubuh: Musa berdoa dengan kedua tangannya diangkat tinggi ketika orang-orang Israel bertempur melawan orang-orang Amalek; Elisa berdoa mengembalikan kehidupan anak laki-laki Shunammi dengan berbaring di atas tubuhnya; Daud menari di hadapan Tuhan di saat Tabut Perjanjian dibawa masuk ke Kota Kudus; Yesus menumpangkan tanganNya pada banyak orang; Yohanes berbaring menelungkup di hadapan Kristus yang dimuliakan ketika berada di Patmos.

Gaya tubuh dalam berdoa yang paling umum di Alkitab adalah menelungkupkan tubuh seluruhnya atau bersujud dengan tangan terjulur ke depan. Gaya tubuh yang kedua paling umum adalah dengan kedua tangan dan telapak tangan terangkat ke atas. Gaya tubuh yang menjadi kebiasaan kita – kedua telapak tangan bertemu dan mata tertutup – tidak ditemukan dalam Alkitab. Hal ini tidak berarti bahwa gaya tubuh yang pertama, kedua dan ketiga tadi tidak tepat. Tetapi hal inni seharusnya membebaskan kita untuk menggunakan bahasa tubuh apa pun yang tepat untuk masuk ke dalam suatu pengalaman doa. (Richard Foster)

Renungan

Bayangkanlah tubuh Anda sebagai suatu alat untuk memuji. Hendaknya Anda tidak merasa canggung untuk mengangkat kedua tangan Anda guna memuji Tuhan. Meskipun doa bisa dilakukan kapan saja, dalam posisi apa saja, cobalah untuk berlutut pada suatu saat. Salah satu gaya tubuh dalam berdoa yang disukai di dalam Perjanjian Lama, yang masih dilakukan oleh banyak orang Kristen adalah berlutut dengan muka menghadap ke bawah dalam kerendahan hati yang menyeluruh. Menyungkurkan tubuh sepenuhnya, tertelungkup, juga merupakan posisi berdoa yang sering digunakan. Jangan canggung-canggung dalam mencoba praktik-praktik doa ini yang mungkin baru bagi Anda. Kerendahan tubuh adalah suatu ungkapan jasmani dari kerendahan hati.

(Sumber: Buku What Would Jesus Do)

3 Manfaat Mengenakan Selimut Saat Tidur

Ilustrasi. Tidur memakai selimut. (Foto: Istimewa)

Apakah Anda sering menggunakan selimut ketika Anda istirahat? Selimut memang tak hanya menjadi hiasan di tempat tidur saja. Namun, selimut juga memiliki manfaat tersendiri bagi kualitas tidur kita. Apa saja manfaatnya?

Pertama, membantu pikiran menjadi lebih rileks. Selimut yang melindungi tubuh Anda ketika tidur akan membuat tubuh Anda terasa lebih hangat. Ini sangat baik membuat pikiran menjadi lebih santai sehingga lebih mudah tidur.

Kedua, membuat bangun tidur lebih segar. Mengenakan selimut, membuat Anda tidur lebih mudah dan lelap, maka ketika Anda bangun pun akan lebih nyaman tanpa rasa kantuk lagi.

Ketiga, mengurangi risiko stress. Tidur lebih lelap dan bangun lebih nyaman membuat suasana hati lebih bahagia. Efeknya, stres akan jauh dari Anda dan ini akan meningkatkan kualitas hidup Anda. (Boldsky/life.satuharapan.com)

 

Tukang Cuci Piring

Ilustrasi. Cuci piring. (Foto: Istimewa)

 

Bacaan: Yesaya 9:5

“Mereka tak peduli apa pun arahan saya”, keluhnya. Dulu, panitia memintanya menjadi penasihat. “Anda sangat kompeten”, kata mereka waktu itu. Ternyata, mereka hanya memanfaatkan popularitasnya. Panitia bertindak sesuka hati. Pertimbangannya tidak pernah digubris. Jika kesulitan timbul, barulah mereka datang memintanya memberi solusi. “Tak ada gunanya saya di sana”, ujar pria itu. “Saya akan mengundurkan diri”.

Diposisikan seakan terhormat, tetapi perkataannya diabaikan, nasihatnya tak digubris. Hanya tiap kali masalah datang, diminta memberikan solusi. Seperti itulah sikap kita kepada Tuhan. Puja-puji kita nyanyikan untuk- Nya. Kita sanjung Dia sebagai Penasihat Ajaib. Tetapi, de facto, kita tidak menggubris nasihat-Nya. Kita melangkah tanpa memedulikan kehendak-Nya. Jika masalah datang, barulah kita mengungsi kepada-Nya.

Penasihat Ajaib itu kita jadikan “Tukang Cuci Piring”, tidak pernah kita ajak berembug tentang bagaimana perhelatan akan kita adakan, tetapi Dia selalu kita limpahi semua kesulitan setelah pesta usai. Tiap kali ada persoalan yang kita tak mampu menangani, “Tukang Cuci Piring” itu kita minta untuk mengatasi.

Kitab Amsal menasihati, “Akuilah Dia dalam segala lakumu”. Jangan hanya mengakui kuasa dan kebaikan-Nya, tetapi hormati dan akui juga kehendak-Nya dan kedaulatan-Nya. Jangan jadikan Dia Penasihat yang tak pernah didengar, jangan jadikan Dia “Tukang Cuci Piring” dalam “pesta semau gue” hidupmu, tetapi dengarkan kehendak-Nya, dan berjuanglah mewujudkan itu. (Renungan Harian)

%d blogger menyukai ini: