Sempat Trauma, Wartawan Kota Cirebon Tetap Ikuti Vaksinasi

Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk pekerja media, pegawai BUMD dan pegawai Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Cirebon di Radar Cirebon TV, hari Senin (29/3). (Foto: Dian)

Ada banyak cerita setelah vaksinasi pertama untuk pekerja media. Salah satunya seperti yang dialami oleh Ayu Lestari, Reporter salah satu radio swasta di Kota Cirebon yang sempat mengalami keluhan saat menjalani vaksinasi yang pertama dua pekan lalu. Gejala yang dirasakan adalah penglihatan kabur, demam selama tiga hari berturut-turut dan nafsu makan bertambah. Bahkan dia sempat mengalami trauma dan tidak mau memutuskan untuk menjalani vaksinasi lanjutan.

“Ada trauma hari kelima itu kok kayak gini sih divaksin rasanya. Rasanya nggak enak, yang tadinya sehat jadi nggak sehat. Yang tadinya nggak flu jadi flu. Yang tadinya asma aku nggak suka kambuh jadi kambuh. Memang saya kan punya penyakit bawaan yaitu asma, tapi pas di-screening tadi ditanya kan asmanya suka kumat nggak? Nggak. Jadi aman kan. Tapi setelah vaksin, flu sedikit aja tuh asma langsung kambuh,” kata dia.

Tak hanya itu, vaksinasi pertama tersebut juga berdampak pada pekerjaan. Riri, sapaan akrabnya, mengatakan dirinya tidak dapat masuk kerja selama satu hari karena masih merasakan hal yang sama.

Dia pun akhirnya menghubungi nomor kontak yang ada di kartu vaksin untuk konsultasi. Kemudian dianjurkan untuk lebih banyak istirahat dan tidak memaksakan diri untuk bekerja bila keluhan masih dirasakan.

Meskipun sempat mengalami trauma, Riri tetap optimis bahwa vaksinasi ini akan meningkatkan kekebalan tubuhnya dan akhirnya memutuskan untuk mengikuti program vaksinasi kedua untuk wartawan yang diadakan di Radar Cirebon, hari Senin 29 Maret 2021. Dia berharap dengan melengkapi rangkaian vaksinasi ini, pekerja media dapat bekerja dengan aman meskipun harus berinteraksi dengan banyak orang.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kecamatan Kesambi dr. Fadillah Farah mengatakan apabila masyarakat yang mengalami gejala tertentu untuk tidak khawatir.

“Kalau efek samping dari vaksinasi itu kan kalau masih demam, rata-rata hampir semua vaksinasi seperti itu. Sebetulnya tidak perlu dikhawatirkan karena ada batasan-batasan tertentu juga yang tidak perlu dikhawatirkan,” ungkapnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat yang telah divaksin untuk istirahat yang cukup, minum obat anti deman dan banyak minum air putih.

Pada hari Senin (29/3), Pemerintah Kota Cirebon mengadakan vaksinasi gelombang kedua untuk tahap kedua bagi wartawan dan pekerja media lainnya di lingkungan Radar Cirebon TV. Hari ini vaksinasi sudah dimulai sejak pukul 8 dan dibagi menjadi 3 sesi dengan masing-masing waktu satu jam.

Ada sekitar 450 target sasaran yang terdiri dari pekerja media, pegawai Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Cirebon, pegawai BUMD, satpol PP dan beberapa guru sekolah. Beberapa di antaranya terdiri dari vaksin ulangan dan vaksin pertama.

Polres Cirebon Kota Didemo Puluhan Wartawan

Wartawan Cirebon Menggelar Aksi Damai di Depan Mapolres Cirebon Kota.

Wartawan Cirebon Menggelar Aksi Damai di Depan Mapolres Cirebon Kota.

(Suara Gratia)Cirebon-Aksi kekerasan terhadap wartawan yang dilakukan oknum polisi di Mojokerto, mendapat reaksi keras dari puluhan wartawan di Cirebon. Mereka menggelar aksi damai turun ke jalan menuntut aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas oknum polisi yang melakukan kekerasan terhadap wartawan, serta menolak segala jenis tindakan kekerasan terhadap awak media (Senin,11 Pebruari 2013). Aksi yang dilakukan puluhan wartawan Cirebon berasal dari berbagai media cetak dan elektronik ini, dipusatkan di depan Mako Kepolisian Resort Cirebon Kota (Ciko). Mereka berorasi, menyuarakan stop kekerasan terhadap wartawan karena wartawan dan Polisi adalah mitra, mereka juga melepaskan perlengkapan peliputan seperti kamera, alat tulis, ID card, recorder, dan handphone, sebagai bentuk keprihatinan terhadap aksi kekerasan yang menimpa pekerja media dalam menjalankan tugasnya. Lanjutkan membaca “Polres Cirebon Kota Didemo Puluhan Wartawan”