KAI Daop 3 Cirebon Buka Pemesanan Tiket Kereta Api Natal dan Tahun Baru

Calon penumpang mengantre masuk ke peron Stasiun Kejaksan Cirebon. (Foto: Humas PT KAI DAOP 3)

(Suara Gratia), CIREBON – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 3 telah membuka pemesanan tiket Kereta Api Jarak Jauh untuk Natal dan Tahun Baru 2021. Tiket tersebut sudah dapat dipesan melalui aplikasi KAI Access, situs kai.id dan kanal perjalanan lainnya.

“Pemesanan tiket sudah kami buka bagi masyarakat yang hendak bepergian pada periode libur Natal dan Tahun Baru, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin,” kata Manager Humas PT KAI Daop 3, Luqman Arif dalam keterangan resminya yang dikeluarkan hari Rabu (25/11).

Tiket-tiket yang dijual di antaranya adalah KA Argo Anggrek relasi Gambir-Surabaya-Pasarturi PP, KA Taksaka relasi Yogyakarta-Gambir PP, KA Gajayana relasi Malang-Gambir PP, KA Senja Utama Solo relasi Solo Balapan-Pasar Senen, dll.

“Masyarakat tidak perlu ragu dalam menggunakan angkutan kereta api, karena KAI tetap mengoperasikan kereta api dengan menerapkan berbagai protokol kesehatan secara ketat dan disiplin,” kata dia.

Di masa pandemi, KAI berkomitmen menjual tiket KA jarak jauh dan lokal hanya 70 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia untuk menjaga jarak sesuai Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor SE 14 tahun 2020 tanggal 8 Juni 2020.

Selain itu, pelanggan KA jarak jauh tetap diharuskan dalam kondisi sehat yaitu tidak flu, pilek, batuk, demam, suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius dan menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket.

Pelanggan juga diharuskan menunjukkan Surat Bebas Covid-19 (Tes PCR/Rapid Test) yang masih berlaku (14 hari sejak diterbitkan) atau surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas Tes PCR dan/atau Rapid Test. Di Daop 3 terdapat dua stasiun yang melayani layanan Rapid test seharga Rp 85.000, yaitu di Stasiun Cirebon Kejaksan dan Stasiun Cirebon Prujakan.

Penyediaan layanan rapid test di Stasiun bertujuan untuk memudahkan pelanggan sehingga tidak perlu mencari tempat rapid test di luar. “Jika dilakukan di Stasiun, masyarakat diimbau untuk melakukan rapid test setidaknya H-1 tanggal keberangkatan. Tujuannya untuk menghindari antrean, terburu-buru dan resiko ketinggalan kereta,” pungkas Luqman. (Humas PT KAI Daop 3 Cirebon)

Wakil Walikota Minta Produk Perikanan Tingkatkan Mutu

Wakil Walikota Cirebon, Eti Herawati saat menghadiri Focus Group Discussion Sinergitas Penerapan Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan dalam Meningkatkan Peluang Ekspor Produk Perikanan Indonesia di Cirebon, hari Selasa (24/11). (Foto: Humas Pemkot Cirebon)

(Suara Gratia), CIREBON – Wakil Walikota Cirebon, Eti Herawati berharap pengusaha di bidang perikanan meningkatkan kualitas produknya karena Kota Cirebon memiliki potensi perikanan yang besar.

“Kota Cirebon memang kecil. Namun memiliki potensi perikanan yang besar,” kata Eti saat menghadiri Focus Group Discussion Sinergitas Penerapan Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan dalam Meningkatkan Peluang Ekspor Produk Perikanan Indonesia di Cirebon, hari Selasa (24/11).

Hingga saat ini, eksportir perikanan di Kota Cirebon jumlahnya mencapai 15 perusahaan. Bahkan hasil perikanan tersebut diekspor ke berbagai negara. Oleh karena itu, pihaknya meminta pengusaha untuk meningkatkan kualitas produknya agar mutunya bisa terjamin.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengendalian Mutu Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan Widodo Sumiyanto mengatakan FGD tersebut melibatkan industri perikanan dari pembudidaya, suplier hingga eksportir.

Widodo juga melakukan monitoring ke sejumlah pasar tradisional dan pasar modern untuk memastikan komoditas perikanan yang dikonsumsi di Cirebon aman dikonsumsi manusia. (Humas Pemkot Cirebon)

Peringati HUT ke-75, PT KAI Donasikan Mobil untuk Disabilitas

Mobil Sahabat Difabel yang disalurkan oleh PT KAI Daop 3 Cirebon kepada SLB Panti Sosial Asuhan Anak Yayasan Mekar Arum Cirebon. (Foto: Humas PT KAI Daop 3)

(Suara Gratia), CIREBON – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero menyalurkan bantuan berupa mobil operasional senilai Rp 75 juta kepada disabilitas. Hal ini merupakan wujud rasa syukur merayakan hari jadi yang ke-75 yang jatuh pada hari Senin (28/9).

“Di momen spesial ini, kami ingin merangkul saudara-saudara dan anak-anak kita yang berkebutuhan khusus agar terus termotivasi sehingga dapat berkarya lebih banyak lagi,” kata Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon, Wisnu Pramudyo di Sekolah Luar Biasa (SLB) Panti Sosial Asuhan Anak Yayasan Mekar Arum Cirebon hari Senin (28/9).

Program ini, lanjut dia, dilaksanakan di seluruh wilayah operasi PT KAI dari Aceh sampai Jember dengan total bantuan sebesar Rp 1, 075 miliar (satu miliar tujuh puluh lima juta rupiah). Total bantuan tersebut bermakna angka satu untuk Indonesia dan 75 adalah usia perjalanan KAI.

“Bantuan ini  juga sebagai kampanye kepada masyarakat khususnya para kaum difabel, bahwa saat ini fasilitas KAI sudah ramah untuk difabel baik di stasiun maupun di atas kereta api,” kata Wisnu.

Bantuan lain yang diberikan KAI berupa sarana dan prasarana seperti kursi roda, alat bantu dengar, tempat tidur, perbaikan gedung dan sarana air bersih kepada yayasan-yayasan disabilitas dan sekolah luar biasa. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk mendukung kelompok usaha dan aksesibilitas para disabilitas berupa peralatan usaha, motor roda tiga dan mobil operasional.

“Dengan adanya bantuan tersebut, semoga masyarakat khususnya penyandang disabilitas semakin mencintai KAI karena KAI Sahabat Difabel,” tutup Wisnu. (Humas PT KAI Daop 3)

Mulai 1 Oktober 2020, Pemkot Cirebon Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis dan Tim Gugus Tugas Covid-19 melakukan monitoring protokol kesehatan di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Cirebon, hari Sabtu (26/9). (Foto: Humas Pemkot Cirebon)

(Suara Gratia), CIREBON – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon akan menerapkan sanksi tegas bagi pelanggar protokol kesehatan mulai tanggal 1 Oktober 2020. Hal ini ditujukan juga bagi pengusaha.

“Saya beri waktu hingga 1 Oktober mendatang, jika pelanggaran protokol kesehatan tinggi, maka saya sendiri yang akan memimpin memberikan sanksi,” kata Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis saat meninjau pelaksanaan protokol kesehatan di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Cirebon, hari Sabtu (26/9).

Pengelola usaha, lanjut dia, harus membantu Pemkot untuk melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin agar angka penambahan pasien yang terpapar Covid-19 bisa ditekan. Bila tak dipatuhi, bukan tak mungkin pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Cirebon akan diterapkan kembali.

Pihaknya memang masih belum menerapkan PSBB atau pembatasan operasional usaha karena pertimbangan ekonomi. Oleh karena itu, Azis meminta pengelola usaha di Kota Cirebon disiplin menaati protokol kesehatan. Bila tak ditaati oleh pengelola, bukan tak mungkin Azis sendiri yang akan turun tangan untuk menutup tempat usaha tersebut.

Skema Pembatasan Aktivitas

Beberapa waktu yang lalu, beredar informasi rancangan pembatasan aktivitas di luar rumah pada sejumlah grup Whatsapp. Informasi tersebut diamini oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP) Kota Cirebon.

“Benar. Saya yang umumkan. Sudah dilaporkan kepada Sekda,” kata Kabid Pariwisata DKOKP Kota Cirebon Wandi Sofyan melalui pesan singkat.

Ada tiga poin dalam informasi tersebut, yakni pertama, pembatasan aktivitas masyarakat, termasuk usaha dan perkantoran sampai pukul 20.00 WIB, kecuali medis, keamana, SPBU dan jasa akomodasi.

Kedua, pelaksanaan penghentian seluruh aktivitas di luar rumah mulai pukul 21.00 WIB. Ketiga, rencana pembatasan kegiatan tersebut mulai 1-30 Oktober 2020. Secara resmi, informasi tersebut akan diumumkan melalui surat edaran Wali Kota Cirebon. (Humas Pemkot Cirebon)

%d blogger menyukai ini: