Pemkot Cirebon Terjunkan Tim Pemeriksa Hewan Jelang Idul Adha

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon Agus Mulyadi saat membuka Webinar yang diisi oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cirebon, dokter hewan sekaligus dosen kesehatan hewan ITB, dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon tentang panduan berkurban di masa pandemi. (Foto: Humas Pemkot Cirebon)

(Suara Gratia), CIREBON—Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon Jawa Barat menerjunkan tim pemeriksa hewan kurban menjelang Idul Adha yang jatuh pada Jumat (31/7). Tujuannya untuk memastikan hewan yang dijual ke masyarakat dalam kondisi baik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon Agus Mulyadi mengatakan dalam Perwali Nomor 28 Tahun 2020 yang mengatur aktivitas selama masa pandemi Covid-19, sejumlah aktivitas tetap diperbolehkan termasuk kegiatan ibadah seperti Sholat Idul Adha dan salat Jumat.

“Sosialisasi tentang penerapan protokol kesehatan juga terus dilakukan terutama pada kegiatan Idul Adha dan kurban,” kata dia saat membuka Webinar yang diisi oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cirebon, dokter hewan sekaligus dosen kesehatan hewan ITB, dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon tentang panduan berkurban di masa pandemi.

Agus menuturkan lokasi penyembelihan hewan kurban agar tidak menjadi tempat berkerumun warga baik yang berhak atas dagingnya atau mereka yang menyumbangkan hewan kurbannya. “Kami upayakan agar para Dewan Keluarga Masjid (DKM) membentuk tim yang bertugas mengantarkan daging hewan kurban kepada yang berhak,” tuturnya.

Terkait soal pelaksanaan Sholat Idul Adha, Agus mengatakan hal itu tetap bisa dilaksanakan akan tetapi harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat mulai dari persiapan tempat sebelum pelaksanaan maupun pada saat pelaksanaan salat Idul Adha.

“Pada intinya protokol kesehatan wajib diterapkan agar pelaksanaan Sholat Idul Adha berjalan dengan lancar tanpa ada kasus penularan baru,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Cirebon Yati Rohayati, menambahkan pelaksanaan Idul Adha tahun 2020 sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena adanya pandemi. Maka dari itu perlu dilakukan persiapan dengan matang mulai dari perencanaan, sosialisasi dan pelaksanaan.

“Kami menargetkan tidak ada penularan Covid-19 di tingkat pedagang hewan kurban dan masyarakat yang terlibat dalam proses penyembelihan hewan,” kata dia. (Humas Pemkot Cirebon)

Walikota Cirebon Lantik Agus Mulyadi sebagai Sekretaris Daerah Kota Cirebon

Pelantikan Agus Mulyadi menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon definitif di Ruang Adipura Balaikota Cirebon hari Jumat (17/7). (Foto: Dian).

(Suara Gratia), CIREBON – Walikota Cirebon Nasrudin Azis melantik Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Cirebon Agus Mulyadi menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon definitif. Pelantikan ini dilaksanakan di Ruang Adipura Balaikota Cirebon hari Jumat (17/7).

Pelantikan ini juga mengakhiri masa kerja Penjabat Sekda Cirebon yang sempat dipimpin oleh dua orang yang berbeda yaitu Anwar Sanusi pada Agustus 2019 dan Nanin Hayani pada Mei 2020 yang merupakan pejabat eselon IIA di Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pj Sekda yang lama yang telah mengabdikan diri membantu tugas-tugas Pemerintah Kota Cirebon,” kata Azis saat menyampaikan sambutannya di Ruang Adipura Balaikota Cirebon, hari Jumat (17/7).

Dengan terpilihnya Sekda definitif, lanjut dia, maka pekerjaan walikota dan wakil walikota akan lebih terarah dan fokus.

“Dalam waktu dekat, yang menjadi fokus pekerjaan saya adalah penyusunan APBD 2021 dan pembahasan APBD Perubahan 2020,” kata Agus.

Agus Mulyadi pernah menjadi Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSD Gunung Jati tahun 2008-2011, Kabag Adm Perekonomian Setda Kota Cirebon tahun 2011-2014, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi UMKM tahun 2014-2016 dan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Cirebon tahun 2016-2019.

Pelantikan Agus Mulyadi menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon definitif di Ruang Adipura Balaikota Cirebon hari Jumat (17/7). (Foto: Dian).

Selain Agus Mulyadi, Walikota Cirebon juga melantik tiga pejabat struktural eselon IIB. Di antaranya adalah Arif Kurniawan yang sebelumnya kepala BP4D menempati posisi baru sebagai Kepala BKD. Agus Sukmanjaya yang sebelumnya menduduki kepala Disnaker, kini menjadi Sekretaris DPRD.

Ada juga pejabat eselon IIB lainya yang dilantik atau dikukuhkan ulang yakni Abidin menjadi staf ahli walikota bidang hukum dan politik.

Walikota Cirebon: Kita Perlu Tingkatkan Pengawasan Keuangan

Walikota Cirebon Nasrudin Azis dalam rapat paripurna DPRD Kota Cirebon, hari Senin (13/7). (Foto: Humas Pemkot Cirebon)

(Suara Gratia), CIREBON – Walikota Cirebon Nasrudin Azis akan mengawasi ketat Sistem Pengawasan Internal (SPI) terhadap pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan pengelolaan barang milik daerah. Dia juga menyatakan cukup puas dengan hasil audit laporan Badan Pemeriksa Keuangan RI Wajar Tanpa Pengecualian untuk Kota Cirebon.

“Penguatan SPI merupakan tantangan bagi Pemda Kota Cirebon untuk lebih akuntabilitas lagi dalam pengelolaan keuangan dan administrasi,” kata dia dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Cirebon, hari Senin (13/7).

Dia juga menuturkan pandemi ini berpengaruh terhadap kinerja dan tatanan kehidupan masyarakat. Namun, pihaknya akan terus berupaya melakukan edukasi, sosialisasi dan pengawasan terhadap kebijakan yang diambil untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 yang dikhawatirkan akan meningkat di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Dalam laporan tersebut, disebutkan realisasi pelaksanaan APBD Kota Cirebon pada 2019 untuk realisasi pendapatan mencapai Rp 1,54 triliun atau 92,34 persen dari target. Sedangkan realisasi belanja mencapai Rp 1,58 triliun atau 91,24 persen dari target. Adapun volume neraca tahun 2019 sebesar Rp 3,9 triliun, arus kas Pemda Kota Cirebon di tahun 2019 sebesar Rp 44,48 miliar.

“Dengan demikian saldo kas Pemda Kota Cirebon per 31 Desember 2019 sebesar Rp 44,48 miliar,” kata dia. (Humas Pemkot Cirebon)

Dharma Wanita Kemensos RI Salurkan 2500 Paket Bansos

Pemkot Cirebon menerima bantuan dari Dharma Wanita Kementerian Sosial RI di Balaikota Cirebon, hari Jumat (10/7). (Foto: Pemkot Cirebon)

(Suara Gratia), CIREBON – Tim Penasehat Dharma Wanita Kementerian Sosial (Kemensos) RI memberikan 2500 paket sembako untuk masyarakat terdampak pandemi. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Walikota Cirebon Nasrudin Azis di Balaikota Cirebon.

“Pemberian bantuan ini berdasarkan permohonan yang masuk ke Kementerian Sosial dan direncanakan akan dilakukan di berbagai daerah,” kata Ketua Tim Penasehat Dharma Wanita Kemensos RI Grace Juliary Batubara di Balaikota Cirebon, hari Jumat (10/7).

Bantuan tersebut, lanjut Grace, disalurkan untuk membantu masyarakat yang terdampak secara ekonomi karena tak sedikit karyawan yang dirumahkan dan akhirnya tidak memiliki penghasilan. Selain itu, difabel dan nelayan juga termasuk yang mendapat perhatian dari Kemensos karena ada di bawah naungan Kemensos.

“Kita salurkan 1000 paket ke Dinsos Kota Cirebon dan 1000 paket juga untuk lima kecamatan di Kota Cirebon, kampung nelayan 500 paket. Total ada 2500 paket,” kata dia.

Pembagian paket tersebut di luar Program Keluarga Harapan (PKH) sehingga pihaknya tetap berkoordinasi dengan Dinsos setempat terkait data penerima sembako.

Pada kesempatan yang sama, Walikota Cirebon Nasrudin Azis mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh Kemensos dan berharap bantuan tersebut bisa membangkitkan semangat mereka. “Ini kan bantuan yang berkesinambungan dan yang dibutuhkan masyarakat terdampak Covid-19,” kata dia. (Humas Pemkot Cirebon)

%d blogger menyukai ini: