IFGF Praise Sampaikan Janji Tuhan di Album “Promise”

ifgf promise
IFGF Promise. (Foto: IFGF)

(Suara Gratia) CIREBON – International Full Gospel Fellowship (IFGF) Praise telah mengeluarkan album terbaru mereka berjudul “Promise” pada 1 Agustus 2019 lalu. Album ini merupakan kolaborasi antara IFGF Praise dengan ECC Worship.

Sebelum merilis album secara resmi, IFGF Praise mengeluarkan tiga lagu pertama mereka di digital platform seperti iTunes, Spotify, Deezer dan Joox. Di antaranya adalah Won’t Look Back, Pujian Bagi Raja dan Allah Semesta.

Kemudian pada tanggal 1 Agustus 2019 lalu IFGF Praise melakukan rekaman secara langsung di Jakarta dan merilis delapan lagu berikutnya. Di antaranya adalah Allah Semesta, Holly Spirit, JanjiMu Tuhan, Pembelaku, Pujian Bagi Raja, Sekarang, Won’t Look Back, dan Ya dan Amin.

“Lagu ini (Won’t Look Back) terinspirasi dari Keluaran 14, waktu Bangsa Israel dikejar oleh Firaun. Bangsa Israel menoleh ke belakang dan melihat bahwa mereka disusul oleh orang Mesir. Mereka mulai merasa ketakutan dan berkata bahwa bekerja pada orang Mesir lebih baik daripada mati di padang gurun,” kata Kezia Elim, salah satu personil dari IFGF Praise dalam keterangannya di Instagram @ifgfpraise.

Bangsa Israel, lanjut dia, merasa tidak ada jalan keluar karena mereka terjebak dua keadaan yaitu Laut Mati dan Bangsa Mesir sehingga lupa akan janji Tuhan.

Kezia mengatakan ketika mata kita tertuju pada Tuhan dan tidak melihat masa lalu, kita akan melihat janji yang sudah Tuhan berikan pada kita. Ketika kita melangkah, kita tidak usah takut karena kita tahu pada siapa kita harus percaya dan berserah. (Instagram @ifgfpraise)

 

Polisi Ciduk Begal Perampas Ponsel Pedagang Roti Bakar

WhatsApp Image 2020-01-18 at 9.45.09 AM
Dua begal (duduk-baju oranye dan hitam) yang merampas ponsel pedagang roti bakar diciduk polisi. (Foto: Istimewa)

(Suara Gratia) CIREBON – Pihak kepolisian berhasil menangkap dua pelaku perampas ponsel pedagang roti yang videonya sempat viral di media sosial. Dua tersangka tersebut adalah AR (20) dan TS (22). Mereka ditangkap di dua tempat yang berbeda yaitu di Cirebon dan Bandung.

“Keduanya diamankan di lokasi yang berbeda. TR ditangkap di daerah Kriyan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon dan AS diamankan di apartemen milik rekannya di Cihampelas, Bandung,” kata Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy pada saat melakukan gelar perkara di Mapolres Cirebon Kota, Jalan Veteran, Cirebon, hari Jumat (17/1).

TR juga terpaksa harus menerima timah panas karena berusaha kabur saat hendak diamankan. Dalam menjalankan aksinya, TR dan AS juga ditemani oleh dua rekan lainnya yaitu AN (20) dan WN (20) yang saat ini statusnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Pelaku terancam hukuman 12 tahun penjara.

Sebelumnya rekaman video aksi pembegalan tersebut sempat viral di dunia maya. Dalam rekaman tersebut, korban sedang duduk dan sedang menonton video dari ponselnya. Tiba-tiba didatangi dua orang pelaku sambil membawa senjata tajam dan dua pelaku lainnya menunggu di sepeda motor.

Kemudian, pelaku yang membawa senjata tajam tersebut mengacungkan golok kepada korban lalu merampas ponsel dari tangan korban dan mengayunkan golok tersebut ke kursi plastik dan kaca gerobak milik korban sebagai bentuk ancaman. Kemudian, para pelaku pergi meninggalkan korban ke arah Pamengkang, Mundu.

Roland mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati, khususnya pada saat malam hari. Dia juga meminta masyarakat untuk segera melapor kepada pihak kepolisian bila terjadi tindakan kriminal dan tidak mengenakan perhiasan yang mencolok atau aktivitas yang dapat mengundang tindak kejahatan.

Tak Ingin Terulang, Pemkot Cirebon Normalisasi Sungai Cikalong

 

sungai cikalong
Sungai Cikalong. (Foto: Humas Pemkot Cirebon)

(Suara Gratia) CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon akan melakukan normalisasi Sungai Cikalong untuk mencegah kejadian banjir terulang kembali di Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

“Kejadian kemarin jangan sampai terulang kembali,” kata Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati saat meninjau langsung normalisasi Sungai Cikalong, hari Rabu (15/1).

Normalisasi tersebut, lanjut Eti, untuk memperlebar aliran sungai sehingga sungai bisa menampung air dalam jumlah yang lebih banyak lagi di musim penghujan ini.

Eti mengatakan normalisasi Sungai Cikalong dilakukan sepanjang dua kilometer di sisi yang mengarah ke hilir. Sebelumnya Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWS CC) sudah melakukan normalisasi.

Dana yang akan dipakai untuk normalisasi kali ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cirebon dan akan meminjam alat berupa backhoe dari BBWS CC.

Selain Sungai Cikalong, dalam waktu dekat normalisasi Sungai Cipadu juga akan dilakukan dengan bekerja sama dengan pemerintah kota, kabupaten Cirebon dan BBWS CC. Eti juga meminta kepada dinas terkait untuk segera memetakan kewenangan pemeliharaan sungai yang ada di Kota Cirebon.

Sementara itu, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Cirebon, Agung Kemal menjelaskan ada dua sungai yang menjadi penyebab banjir di Kota Cirebon yaitu Sungai Cikalong dan Sungai Kedungpane. Selain itu, dia juga mengungkapkan ada hal lain yang menjadi penyebab banjir, yaitu bangunan liar.

“Sejumlah bangunan liar yang ada di bantaran sungai juga menjadi penyebab penyempitan aliran sungai,” kata Agung. Oleh karena itu, lanjut dia, dibutuhkan kerja sama dengan semua pihak termasuk masyarakat untuk segera memperbaiki aliran sungai. (Humas Pemkot Cirebon)

Cirebon Banjir, Walikota Klaim Sudah Antisipasi

azis2
Walikota Cirebon Nasrudin Azis saat meninjau Kelurahan Kalijaga yang terdampak banjir. (Foto: Humas Pemkot Cirebon).

(Suara Gratia) CIREBON – Hujan besar yang melanda Kota Cirebon pada Senin (13/1) malam membuat beberapa wilayah diterjang banjir. Seperti yang dialami oleh warga di daerah Kalijaga, Harjamukti, Kota Cirebon.

Walikota Cirebon, Nasrudin Azis menyatakan bahwa dia bersama forum pimpinan daerah (Forkompimda) dan masyarakat sudah melakukan antisipasi sebelumnya di kelurahan tersebut. Di antaranya adalah dengan pengerukan sungai.

“Kami sudah melakukan upaya bersih-bersih sungai,” kata Azis saat meninjau kawasan Kalijaga pada hari Selasa (14/1) pagi.

Selain itu, dia juga sudah meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung untuk mengeruk sungai-sungai yang menjadi tanggung jawab mereka.

Setelah melakukan peninjauan, Azis mengatakan untuk saat ini pihaknya akan berkonsentrasi menolong para korban banjir dan membuat dapur umum. Dapur umum tersebut dibuat di Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kota Cirebon.

Kepala DSPPPA Kota Cirebon, Iing Daiman menjelaskan sejak pagi bantuan makanan sudah disalurkan ke korban-korban banjir. Rencananya bantuan tersebut akan diberikan sebanyak tiga kali dalam satu hari.

“Kami siapkan di belakang kantor (DSPPPA) dapur umum dan untuk memudahkan akses air bersih. Bantuan makanan kami salurkan sehari tiga kali,” kata Iing.

Berdasarkan informasi dari KPBD Kota Cirebon, banjir yang terjadi semalam disebabkan curah hujan yang tinggi selama 3 jam pada Senin, 13 Januari 2020. Sehingga pemukiman warga di RT 07 di RW 02, RW 03, RT 08 di RW 03 Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon terendam air. Air menggenangi sekitar 164 rumah warga dengan ketinggian sekitar 1,5 meter. Air mulai masuk ke pemukiman warga sekitar pukul 20.00 WIB dan surut sekitar pukul 23.30 WIB. Hingga kini, petugas terkait masih siaga di lokasi terjadinya banjir. (Humas Pemkot Cirebon)

 

%d blogger menyukai ini: