Minim Dukungan, Pembalap Cirebon Raih Prestasi Maksimal

Doni Indrawan (kelima dari kanan) dan tim Garasi 345 Cirebon.

Doni Indrawan (kelima dari kanan) dan tim Garasi 345 Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Minim dukungan bukan masalah untuk mencetak prestasi, hal ini dibuktikan oleh Garasi 345 Racing Team. Pasalnya, tim balap asal Cirebon Jawa Barat yang bermarkas di Jl. Bondol Raya Perumnas Kota Cirebon ini berhasil meraih prestasi di ajang balap tingkat nasional dan salah satu pembalapnya dilirik team balap asal Malaysia.

Tim balap yang di launching sejak Januari 2014 ini, memiliki beberapa pembalap yang sudah malang melintang di dunia balap. Mereka adalah M. Fadli Imammudin, Ahmad Saugi, Alif Akbar, Putra, dan Bayu.

Owner Garasi 345 Racing Team, Doni Indrawan menerangkan, pembalap yang dimilikinya telah mengikuti sejumlah ajang balap tingkat nasional dan berhasil meraih prestasi, dalam ajang Motoprix kelas MP 1, MP 2, MP 5, MP 6, dan Honda Racing Cup. Baca lebih lanjut

Kebakaran Hebat Hanguskan 7 Ruko di Permunas Kota Cirebon.

7 Ruko di Perumnas KOta Cirebon, yang habis terbakar.

7 Ruko di Perumnas Kota Cirebon, yang habis terbakar.

(Suara Gratia)Cirebon – Kebakaran hebat menghanguskan tujuh ruko berlantai dua di Jl. Ciremai Raya Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon. Diduga kebakaran ini akibat arus pendek di salah satu ruko yang berjualan perlengkapan listrik. Sekitar pukul 07.40 WIB api dengan cepat menyambar ruko-ruko yang ada di sebelahnya.

Ke tujuh ruko itu diantaranya adalah ruko yang menjual alat-alat listrik, salon, kantor koperasi, ruko penjual accessories handphone, ruko Game Online, babby shop, dan satu ruko kosong. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, karena ruko-ruko ini buka sekitar pukul 09.00 WIB.

Sekitar 45 menit kemudian api berhasil dipadamkan, setelah tim pemadam kebakaran mengerahkan 7 unit mobil pemadam. Baca lebih lanjut

Pelabuhan Cirebon akan Menjadi Pelabuhan Masa Depan

Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelabuhan Indonesia II, Saptono R. Irianto.

Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelabuhan Indonesia II, Saptono R. Irianto.

(Suara Gratia)Cirebon – Pelabuhan Cirebon memiliki potensi sangat besar bahkan tidak menutup kemungkinan dapat dikembangkan sebesar Terminal Kali Baru Tanjung Priok Jakarta. 20 hingga 30 tahun lalu Pelabuhan Cirebon merupakan pelabuhan yang cukup diandalkan, karena pada saat itu kapal-kapal masih berukuran kecil tidak membutuhkan perairan yang dalam untuk bersandar. Kayu, adalah komoditas utama waktu itu. Kedepan, Pelabuhan Cirebon dapat menerima barang-barang curah.

Untuk menjadikan Cirebon menjadi pelabuhan penting di Indonesia, harus memenuhi tiga syarat yaitu keamanan, fasilitas, sumber daya manusia, dan yang paling penting adalah steril.

“Sekarang Pelabuhan Tanjung Priok sudah menangani kapal-kapal besar dan Semarang juga ada, diantara kedua daerah itu ada Cirebon. Dalam 3 atau 4 tahun, Cirebon dapat dikedepankan untuk menangani komoditi seperti CPO, batu bara, dan pasir. Namun, ini harus ditangani dengan benar, harus steril,” ungkap Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelabuhan Indonesia II, Saptono R. Irianto, Rabu (17/9). Baca lebih lanjut

Lulusan Akbid Isma Husada Cirebon Terancam Dianulir

Ketua YPKPM Dharma Husada Cirebon Yosef.

Ketua YPKPM Dharma Husada Cirebon, Yosef.

(Suara Gratia)Cirebon – Puluhan calon bidan Akademi Kebidanan (Akbid) Isma Husada Cirebon yang rencananya diwisuda 17 September 2014 terancam tak bisa bekerja akibat ijazah ilegal.

Yayasan Pendidikan Kesehatan dan Pelayanan Medis (YPKPM) Dharma Husada Cirebon mendesak Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten memblokir penerbitan ijazah Akademi Kebidanan (Akbid) Isma Husada Cirebon.

Desakan yang disampaikan tertulis pada 16 Agustus 2014 itu muncul setelah YPKPM Dharma Husada memastikan Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi mantan staf ahli wali kota Bandung Ismail Eka Wijaya, yang mengklaim diri sebagai ketua Yayasan Isma Husada sebagai pendiri Akbid Isma Husada Cirebon. Baca lebih lanjut

Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Tidak Maksimal

Talkshow “Reproduksi Sehat Keluarga Hangat” bersama Laboratorium Klinik Prodia Cirebon.

Talkshow “Reproduksi Sehat Keluarga Hangat” bersama Laboratorium Klinik Prodia Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Kesehatan reproduksi sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Pengetahuan mengenai kesehatan reprodusi pun harus dipahami benar oleh pria dan wanita, dari mulai anak-anak, remaja, dewasa, pasangan calon pengantin, hingga yang sudah berumah tangga. Karena, jika pengetahuan tersebut tidak diserap dengan baik maka regenerasi dan keharmonisan rumah tanggalah taruhannya.

Kesehatan reproduksi tidak hanya berbicara mengenai bagaimana cara mendapatkan keturunan saja, tetapi menyangkut berbagai hal yaitu pola pikir, penyakit sexual, infertilitas, dan lainnya. Sayangnya informasi dan edukasi mengenai reproduksi sangat minim, padahal masyarakat sangat membutuhkannya. Baca lebih lanjut

Gas 12 Kg Naik Harga, Pertamina Cirebon Perketat Pengawasan Distribusi

Seorang pekerja menata gas 12 kg di salah satu agen di Kota Cirebon.

Seorang pekerja menata gas 12 kg di salah satu agen di Kota Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Kenaikan harga Gas 12 kg mengakibatkan banyaknya konsumen gas 12 kg beralih menggunakan gas 3 kg. Untuk mengatasi hal ini, PT Pertamina Cirebon mengantisipasinya dengan memperketat jalur distribusi, mulai dari agen hingga tingkat pengecer.

Hal ini ditegaskan, Herdi Surya Indrawan Senior Sales Representative Rayon 10 Ciayumajakuning PT Pertamina, Jumat (12/9).

Menurut Herdi, kebocoran penggunaan gas memang kerap terjadi terutama di tingkat industri, namun pihaknya mengantisipasi perpindahan pengguna gas 12 kg ke 3 kg atau migrasi salah satunya yakni, dari jauh-jauh hari sudah melakukan sosialisasi kepada agen-agen di wilayah Ciayumajakuning (Kota/Kab Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan). Pihaknya, memastikan pasokan stok gas 12 kg di wilayah Ciayumajakuning dalam kondisi aman. Baca lebih lanjut

Cirebon Krisis Perajin Batik

Proses pembuatan batik dalam pelatihan membatik di Desa Trusmi Kabupaten Cirebon.

Proses pembuatan batik dalam pelatihan membatik di Desa Trusmi Kabupaten Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Sebagai salah satu penghasil batik terbesar di Indonesia, Cirebon memiliki banyak aneka ragam motif batik yang diminati warga lokal dan mancanegara. Tidak sedikit, perajin batik yang sudah mengekspor produknya ke berbagai negara. Namun, ketenaran batik khas Cirebonan di mata nasional dan internasional sepertinya tidak akan bertahan lama, karena kini Cirebon sendiri mengalami krisis perajin batik.

Jumlah perajin batik yang kian hari makin menyusut ini berimbas pada ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan batik di tingkat regional, nasional, dan internasional. Pasalnya, kebutuhan tenaga kerja terampil di bidang batik dalam kurun waktu 10 tahun belakangan meningkat sangat tajam. Namun, kenyataan di lapangan hingga saat ini para pengusaha batik sangat sulit untuk mendapatkan tenaga-tenaga terampil pebatik. Baca lebih lanjut