Jaring Wisatawan Pemkot Cirebon Gelar Festival Pesisiran

Wali Kota Cirebon, Ano Sutrisno (selendang kuning) menari bersama penari Sintren pada pembukaan Festival Pesisiran 2014.

Wali Kota Cirebon, Ano Sutrisno (selendang kuning) menari bersama penari Sintren pada pembukaan Festival Pesisiran 2014, Jumat (29/8) malam.

(Suara Gratia)Cirebon – Demi mendongkrak kunjungan wisatawan lokal dan asing, Pemerintah Kota Cirebon menggelar Festival Pesisiran 2014 dari 29 September hingga 1 Agustus 2014 mendatang. Dalam Festival tersebut akan ditampilkan seluruh kesenian Cirebonan yang lain dari biasanya, sebagian besar adalah kesenian khas pinggir pantai atau Pesisir dari sepanjang Kecamatan Kejaksan dan Kecamatan Lemahwungkuk, karena Cirebon sendiri merupakan daerah yang terletak di daerah pantai.

Acara ini dibuka langsung oleh Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno pada Jumat (29/8) malam tadi di depan Balai Kota. Diawali dengan penampilan tari topeng gaya Losari, musik keroncong dan kesenian sintren. Baca lebih lanjut

Percepat Pelayanan, Kantor Imigrasi Cirebon Tingkatkan Sarana dan Prasarana

Dirjen Imigrasi Bambang Irawan  (tengah) didampingi Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra (kiri), menandatangani prasasti peresmian peningkatan layanan publik di Kantor Imigrasi Cirebon.

Dirjen Imigrasi Bambang Irawan (tengah) didampingi Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra (kiri), menandatangani prasasti peresmian peningkatan layanan publik di Kantor Imigrasi Kelas II Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Kantor Imigrasi Kelas II Cirebon di Jl. Sultan Ageng Tirtayasa Cirebon berbenah diri untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan pada masyarakat. Peningkatan ini meliputi sarana dan prasarana penunjang keimigrasian seperti ruangan ber-AC, fasilitas hiburan, sistem pendaftaran yang terintegrasi dengan internet, kantin modern, dan toilet yang bersih dan nyaman, tidak kalah dengan fasilitas hotel bintang lima. Selain itu Kantor Imigrasi Cirebon juga memberikan failitas khusus bagi penyandang cacat, lansia dan wanita hamil.

Dirjen Imigrasi Bambang Irawan, yang meresmikan faslitias sarana dan prasarana Kantor Imigrasi Kelas II pun tidak ragu untuk memberikan apresiasinya terhadap peningkatan layanan tersebut. Baca lebih lanjut

Pasokan BBM Subsidi di Wilayah Cirebon Kembali Normal

Rapat TPID di Gedung BI yang dihadiri seluruh TPID di wilayah III Cirebon.

Rapat TPID di Gedung BI yang dihadiri seluruh TPID di wilayah III Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Masyarakat di wilayah III Cirebon (Kota/Kab Cirebon, Kuningan, Majalengka, Indramayu) kini dapat merasa lega, karena pasokan BBM bersubsidi dari Pertamina sudah normal kembali. Sehingga masyarakat tidak perlu antre berlama-lama di SPBU untuk membeli BBM subsidi.

Hal ini ditegaskan AR Manajer Pemasaran Pertamina Unit 3 Cirebon, Ciko Wahyudi dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dihadiri oleh TPID se-wilayah III Cirebon di Gedung Pewrakilan Bank Indonesia Cirebon Jl. Yos Sudarso, Kamis (28/8). Baca lebih lanjut

Tolak Kelangkaan BBM, Mahasiswa Sandera Truk Tangki dan Blokir Jalur Pantura

Mahasiswa sandera truck tangki di depan kantor Pertamina Klayan Kabupaten Cirebon.

Mahasiswa sandera truck tangki di depan kantor Pertamina Klayan Kabupaten Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Kelangkaan BBM subsidi di wilayah Cirebon (Kota/Kab Cirebon, Majalengka, Indramayu, Kuningan) sudah sampai di titik yang menghawatirkan, karena sudah satu pekan ini belum juga ada tanda-tanda kepastian kapan pasokan BBM subsidi kembali normal. Hal ini memicu protes keras dari sejumlah kalangan, saah satunya adalah dari mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cirebon.

Mereka melakukan aksi demonstrasi turun ke jalan bahkan sempat menyandera truk tangki dan memblokade jalur pantura. Puluhan mahasiswa yang melakukan orasi di depan kantor PT Pertamina EP Region Jawa, Jalan Raya Klayan Kabupaten Cirebon ini menuntut kebijakan soal pembatasan BBM subsidi segera dicabut, karena menurut mereka kebijakan tersebut menyengsarakan rakyat kecil yang susah payah mencari BBM subsidi. Terlebih, stok BBM subsidi yang terbatas di setiap SPBU ini, seolah memaksa rakyat kecil untuk membeli BBM non subsidi (Pertamax, Pertamax Plus, dan Pertamax Dex) yang harganya jauh lebih mahal. Baca lebih lanjut

Kapal Tenggelam 3 Nelayan Terapung di Laut

Direktorat Perairan Polda Jabar memulangkan 3 nelayan asal Pemalang yang sebelumnya selama dua hari terapung di laut lepas.

Direktorat Perairan Polda Jabar memulangkan 3 nelayan asal Pemalang yang sebelumnya selama dua hari terapung di laut lepas.

(Suara Gratia)Cirebon – Tiga nelayan asal Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, ditemukan terdampar di perairan Laut Jawa. Mereka terapung di perairan Laut Jawa setelah kapal yang ditumpanginya mengalami gangguan teknis dan diterjang ombak besar.

Ketiga nelayan yang masih kakak beradik itu adalah Murino (38 tahun), Tosin (28 tahun) dan Uswandi (24 tahun). Sebelum diserahkan kepada petugas petroli Direktorat Perairan Polda Jawa Barat dan kemudian dipulangkan, ketiganya sempat diselamatkan kapal pengangkut batu bara. Baca lebih lanjut

Pembatasan BBM Subsidi di Kota Cirebon Berlaku Hingga Akhir Tahun

Akibat dari pembatasan kuota BBM bersubsidi, SPBU di wilayah Cirebon diserbu warga.

Akibat dari pembatasan kuota BBM bersubsidi, SPBU di wilayah Cirebon diserbu warga.

(Suara Gratia)Cirebon – Setelah beberapa hari masyarakat dibuat resah akibat BBM subsidi dibatasi di sejumlah SPBU di Kota Cirebon khususnya. Akhirnya Pemerintah Kota Cirebon, berjanji akan mencari jalan keluar agar masyarakat di Kota Cirebon dapat menikmati BBM bersubidi seperti hari-hari biasanya.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya menyatakan, Pemkot Cirebon sudah melakukan koordinasi dengan Pertamina terkait pasokan kuota BBM bersubsidi di Kota Cirebon. Baca lebih lanjut

BBM Dibatasi, SPBU di Cirebon Tutup Siang Hari

Puluhan kendaraan antri mengisi BBM subsidi di Jl. Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon.

Puluhan kendaraan antri mengisi BBM subsidi di SPBU Jl. Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Setelah diberlakukannya pembatasan BBM bersubsidi yang dilakukan oleh Pertamina, banyak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Cirebon tutup di siang hari. Imbasnya, antrian kendaraan pun terjadi di sejumlah SPBU, karena pemilik kendaraan khawatir stok BBM bersubsidi sudah habis menjelang sore dan malam hari. Selain itu, konsumen yang kehabisan BBM subsidi terpaksa membeli pertamax yang harganya jauh lebih mahal.

Seperti yang terjadi di SPBU Jl. Brigjend. Dharsono By Pass Kota Cirebon, sejumlah pemilik kendaraan kecewa karena stok BBM bersubsidi di SPBU tersebut sudah habis, walaupun jam masih menunjukkan pukul 11.00 WIB, biasanya di SPBU yang buka selama 24 jam tersebut selalu tersedia stok BBM subsidi. Bahkan di salah satu sudut SPBU tersebut dipasang plang bertuliskan “Kuota Premium Subsidi Hari Ini Habis, Tersedia Pertamax”. Baca lebih lanjut