Rumah Pemulihan Cirebon, Sembuhkan Orang Gila

Jhoni Liunesi dan anaknya (tengah) bersama Dani (kiri) dan Husein (kanan) di rumah Pemulihan Cirebon.

Jhoni Liunesi dan anaknya (tengah) bersama Dani (kiri) dan Husein (kanan) di rumah Pemulihan Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Orang gila (Orgil) atau orang dengan gangguan mental serius, yang ada di setiap sudut kota, tak terkecuali di Cirebon membuat wajah kota terkesan kumuh. Karena orang dengan gangguan mental tersebut keberadaannya tersebar dimana-mana tinggal di tempat-tempat kumuh dan berkeliaran di jalan, bahkan sebagian warga merasa takut jika bertemu mereka.

Keberadaan orang-orang dengan gangguan mental tersebut tidak pernah diinginkan karena dianggap mengganggu pemandangan, pemerintah pun dibuat repot karenanya. Hingga kini belum ada solusi ampuh untuk mengatasi persoalan tersebut. Baca lebih lanjut

Forum Lintas Agama Cirebon Tuntut Pemerintahan Jokowi-JK Hentikan Konflik Antar Agama

Anggota DPR RI Maman Imanulhaq (kanan) dan Political Officer USA Embassy, Eric W Groff (kiri), di Cirebon.

Anggota DPR RI Maman Imanulhaq (kanan) dan Political Officer USA Embassy, Eric W Groff (kiri), di Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Forum Kerukunan Umat Beragama Cirebon menuntut Presiden RI terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla, menjaga konsitusi dengan menjamin kehidupan kerukunan beragama di Indonesia. Karena selama sepuluh tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, belum dapat menyelesaikan kasus-kasus tindakan kriminal atas nama agama. Hingga saat ini kriminalisasi pelaku penodaan agama masih muncul diantaranya adalah penutupan tempat ibadah, kekerasan terhadap pemeluk agama lain, dan lainnya. Baca lebih lanjut

Mahasiswa dan Dosen Rebutan Lahan Parkir

Mahasiswa dan dosen rebutan parkir.

Mahasiswa dan dosen rebutan parkir.

 (Suara Gratia)Cirebon - Ratusan mahasiswa di Kampus 3 Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon kemarin terlantar setelah dosen mereka mogok mengajar. Aksi mogok sendiri diduga dilatari rebutan lahan parkir dengan mahasiswa.

Akibat tak ada jam kuliah, sebagian mahasiswa pun pulang. Sebagian lainnya memilih tetap di kampus dengan duduk-duduk di beberapa tempat. Bahkan, ada pula mahasiswa yang berunjukrasa mendesak pihak rektorat dan fakultas mengatasi situasi tersebut secepatnya.

Baca lebih lanjut

Tank Leopard Mampir di Cirebon

Warga Cirebon antusias sambut kedatangan Tank Leopard.

Warga Cirebon antusias sambut kedatangan Tank Leopard.

(Suara Gratia)Cirebon – Kehadiran Tank Leopard di Kota Cirebon diserbu rubuan warga. Selain kendaraan tempur yang proses pembeliannya menua kontroversi ini, TNI juga mendatangkan tank lainnya seperti 2 unit Tank Marder dan 5 unit Tank II3, yang semuanya terparkir rapih di depan balai Kota Cirebon Jl. Siliwangi.

Warga dengan antusias bergantian menunggu giliran menaiki kendaraan lapis baja ini yang berkonvoi keliling ke Jl. Siliwangi, Jl. Selamet Riyadi (Krucuk), Jl. Wahidin, Jl. Kartini dan kembali di Jl. Siliwangi sebanyak dua kali putaran.

Sebelumnya Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) terbaru milik TNI ini mampir di Yogyakarta dengan kegiatan yang sama, setelah mengikuti puncak perayaan Hari Ulang Tahun TNI ke-69 tahun di Surabaya. Dalam perjalanan pulang ke Bandung dan Jakarta kendaraan lapis baja ini mampir di Kota Cirebon, selain untuk mengistirahatkan seluruh anggota TNI dan kendaraan pengangkut tank (Transporter), kehadiran kendaraan tempur ini juga sebagai kado istimewa HUT Kota Cirebon ke-645 yang jatuh pada tanggal 25 Oktober 2014. Baca lebih lanjut

Lulusan Akbid Isma Husada Cirebon Terancam Tidak Dapat Ijazah

Ketua Yayasan Pendidikan YPKPM Dharma Husada Cirebon Yosep.

Ketua Yayasan Pendidikan YPKPM Dharma Husada Cirebon Yosep.

(Suara Gratia)Cirebon – Pasca penahanan mantan staf ahli wali kota Bandung Ismail Eka Wijaya atas kasus pemalsuan surat berkaitan penyelenggaraan Akademi Kebidanan (Akbid) Isma Husada, puluhan lulusannya yang diwisuda 17 September lalu hingga kini belum memperoleh ijazah.

Mereka pun gusar dan mengaku tak mengetahui kepastian waktu mendapat ijazah. Sampai saat ini, mereka hanya mengantongi surat keterangan lulus (SKL). Pihak kampus, menurut mereka, menjanjikan pemberian ijazah akan dilakukan satu bulan setelah wisuda.

“Sejak wisuda memang belum dapat ijazah, kami tak tahu kapan dapat. Hanya, pihak kampus bilang akan diberikan satu bulan setelah wisuda,” ungkap salah seorang lulusan Akbid Isma Husada yang enggan dipublikasikan identitasnya, kemarin. Baca lebih lanjut

Cegah Banjir Pemkot Cirebon Keruk Sungai

Wali Kota Cirebon, Ano Sutrisno (tengah) meninjau pengerjaan normalisasi di sungai Cikalong.

Wali Kota Cirebon, Ano Sutrisno (tengah) meninjau pengerjaan normalisasi di sungai Cikalong.

(Suara Gratia)Cirebon – Permasalahan banjir yang tiap tahun terjadi di Kota Cirebon, akan segera teratasi. Sejumlah sungai di Kota Cirebon hari ini, Jumat (10/10) mulai dinormalisasi, sampah-sampah dan endapan lumpur yang menjadi penyebab utama terjadinya banjir diangkat.

Sungai yang dinormalisasi adalah Sungai Cikalong dan Cikenis di Kelurahan Larangan Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon. Sementara dua sungai lainnya yang melintasi kota udang ini yaitu Sungai Sukalila dan Sungai Kalijaga akan menyusul dinormalisasi.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung, Kasno menerangkan, area sungai Cikalong sepanjang kurang lebih 2 km dikeruk dengan mengerahkan alat berat sepanjang 700 meter dengan kedalaman 2 m akan selesai dalam waktu 15 hari, sementara sungai Cikenis sepanjang kurang lebih 3 km dinormalisasi dengan tenaga manusia sepanjang 260 m, akan selesai dalam waktu 10 hari. Baca lebih lanjut

Salah Satu SMAN Favorit di Cirebon ada Ruang Karaokenya

Ilustrasi.

Ilustrasi.

(Suara Gratia)Cirebon – Salah satu sekolah SMAN fafvorit di Kota Cirebon memiliki fasilitas ruang karaoke. Keberadaan ruang hiburan di lingkungan pendidikan menghebohkan publik. Dinas Pendidikan Kota Cirebon tidak menampik keberadaan ruang karaoke tersebut, namun pihaknya berkilah hanya latihan paduan suara.

Ruang karaoke di sekolah yang berlokasi di Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon itu, hampir tiap malam suaranya terdengar sampai keluar. Fasilitas yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan belajar mengajar ini, membuat terkejut sejumlah anggota Dewan dan Kepal Dinas Pendidikan.

Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat antara Dinas Pendidikan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon di Aula Griya Sawala Gedung DPRD, Kamis (9/10). Salah satu angota DPRD Kota Cirebon, Budi Gunawan mempertanyakan kepada jajaran Disdik, mengenai suara nyanyi-nyanyi yang datangnya dari gedung dekolah SMA favorit tersebut. Baca lebih lanjut